Pemerintah atur strategi distribusi vaksin ke daerah
Rabu, 6 Oktober 2021 22:47 WIB
Petugas mengecek boks penyinpanan vaksin di gudang PT Bio Farma, Bandung, Jawa Barat. (ANTARA/HO-PT Bio Farma)
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kesehatan menyampaikan bahwa pemerintah sedang mengatur strategi pendistribusian vaksin COVID-19 ke daerah, mengingat jumlah vaksin yang diterima Indonesia baru separuh dari kebutuhan.
"Jumlah yang sudah kita terima 280 juta dosis, kebutuhan kita 426 juta dosis," ujar Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu.
Ia mengatakan pendistribusian vaksin COVID-19 ke daerah tergantung pada ketersediaan vaksin di pusat.
Ia menambahkan, saat ini banyak daerah yang belum memperbaharui laporan SMILE (Sistem Monitoring Imunisasi dan Logistik Elektronik), sehingga pemerintah pusat sulit melakukan monitoring "real time" ketersediaan vaksin.
"Artinya kemudian harus diatur, kalau akan fokus ke ibu kota provinsi maka proporsinya harus diperbesar, selain itu koordinasi dengan TNI dan Polri untuk sasarannya," katanya.
Sementara itu, Juru Bicara Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito mengungkapkan 193 juta dosis vaksin COVID-19 saat ini telah dikirimkan ke daerah-daerah untuk digunakan.
"Pemerintah pusat mendorong pemerintah provinsi sebagai perpanjangan tangan ke kabupaten/kota untuk segera melakukan distribusi sesuai prioritas daerah," kata Wiku.
Wiku menjelaskan pemerintah pusat saat ini dapat memonitor ketersediaan vaksin di daerah melalui aplikasi SMILE.
"Dari data yang ada inilah yang menjadi input monitoring dan evaluasi dan diharapkan dapat meningkatkan interoperabilitasan data terkait COVID-19 termasuk data vaksin," tuturnya.
Sebelumnya, Siti Nadia Tarmizi mengatakan pemerintah mengoptimalkan semua langkah yang dapat dilakukan untuk percepatan penyebarluasan vaksin ke seluruh daerah di Indonesia, sehingga bisa menyentuh sampai masyarakat terpencil dan terluar.
"Harapannya, upaya ini juga dapat mendorong pemerintah daerah, terutama yang capaian vaksinasinya masih rendah, untuk melakukan percepatan dan perluasan program vaksinasi," ujarnya.
"Jumlah yang sudah kita terima 280 juta dosis, kebutuhan kita 426 juta dosis," ujar Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu.
Ia mengatakan pendistribusian vaksin COVID-19 ke daerah tergantung pada ketersediaan vaksin di pusat.
Ia menambahkan, saat ini banyak daerah yang belum memperbaharui laporan SMILE (Sistem Monitoring Imunisasi dan Logistik Elektronik), sehingga pemerintah pusat sulit melakukan monitoring "real time" ketersediaan vaksin.
"Artinya kemudian harus diatur, kalau akan fokus ke ibu kota provinsi maka proporsinya harus diperbesar, selain itu koordinasi dengan TNI dan Polri untuk sasarannya," katanya.
Sementara itu, Juru Bicara Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito mengungkapkan 193 juta dosis vaksin COVID-19 saat ini telah dikirimkan ke daerah-daerah untuk digunakan.
"Pemerintah pusat mendorong pemerintah provinsi sebagai perpanjangan tangan ke kabupaten/kota untuk segera melakukan distribusi sesuai prioritas daerah," kata Wiku.
Wiku menjelaskan pemerintah pusat saat ini dapat memonitor ketersediaan vaksin di daerah melalui aplikasi SMILE.
"Dari data yang ada inilah yang menjadi input monitoring dan evaluasi dan diharapkan dapat meningkatkan interoperabilitasan data terkait COVID-19 termasuk data vaksin," tuturnya.
Sebelumnya, Siti Nadia Tarmizi mengatakan pemerintah mengoptimalkan semua langkah yang dapat dilakukan untuk percepatan penyebarluasan vaksin ke seluruh daerah di Indonesia, sehingga bisa menyentuh sampai masyarakat terpencil dan terluar.
"Harapannya, upaya ini juga dapat mendorong pemerintah daerah, terutama yang capaian vaksinasinya masih rendah, untuk melakukan percepatan dan perluasan program vaksinasi," ujarnya.
Pewarta : Zubi Mahrofi
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Cegah penyakit menular, vaksinasi campak balita di seluruh puskesmas Palembang gratis
31 March 2026 15:46 WIB
Terpopuler - Pendidikan & Kesehatan
Lihat Juga
Ombudsman Sumsel dorong Disdik sediakan kanal pengaduan pelaksanaan masuk sekolah
20 May 2026 21:21 WIB