Indonesia calonkan jadi anggota Postal Operations Council
Kamis, 12 Agustus 2021 9:19 WIB
Pelaksana tugas Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ismail. (ANTARA News/Lia Wanadriani Santosa)
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Indonesia mencalonkan diri sebagai anggota Postal Operations Council (POC) pada Universal Postal Congress ke-27, menyusul kinerja positif sektor pos yakni bertumbuh 10,34 persen year-on-year pada 2019.
"Indonesia saat ini sedang mencalonkan diri sebagai anggota untuk siklus Abidjan periode 2021-2024, dan untuk selanjutnya, saya mohon dukungan dari peserta kongres," kata pelaksana tugas Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ismail, dalam keterangan pers, dikutip Kamis.
"Sangat penting bahwa satu-satunya jalan ke depan bagi semua negara untuk mengatasi pandemi ini adalah dengan merangkul transformasi digital dan inovasi di sektor posnya, untuk memberi dampak menguntungkan pada e-commerce dan pertumbuhan ekonomi," kata Ismail.
Sektor pos secara nasional mengalami pertumbuhan Produk Domestik Bruto year-on-year 10,34 persen pada 2019. Sementara itu, pendapatan operator pos nasional pada semester I 2019 naik 30 persen year-on-year dibandingkan 2018.
Sejak awal pandemi, menurut Ismail, pemerintah mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk menggerakkan layanan pos.
Pertumbuhan ini disebabkan keberadaan e-commerce dan transaksi uang elektronik.
Bank Indonesia memprediksi transaksi e-commerce di Indonesia naik 33,2 persen dari Rp253 triliun pada 2020, menjadi Rp337 triliun tahun ini.
Sementara transaksi uang elektronik diperkirakan meningkat 32,3 persen dari Rp201 triliun pada 2020 menjadi Rp266 triliun pada 2021 karena aktivitas masyarakat terbatas selama pandemi.
"Salah satu solusi lintas sektoral yang penting, juga sebagai penggerak rantai pasokan pos global, adalah transformasi digital dan adopsi teknologi digital. Saya pikir kita setuju bahwa transformasi digital telah mempercepat rantai pasokan pos global, dan meningkatkan kepuasan, pengalaman, dan kepercayaan pelanggan pada layanan pos global," kata Ismail.
Sektor pos, meski pun begitu, mengalami tantangan selama pandemi ini seperti pembatasan pergerakan, penangguhan opsi transportasi dan pembatalan penerbangan, yang menyebabkan lonjakan gangugan pada rantai pasokan pos global.
Ismail mengidentifikasi potensi gangguan lain di sektor pos, yaitu penangguhan koridor layanan pos lintas batas, perpanjangan waktu penanganan dan pengiriman, peningkatan tidak terkirim atau pengembalian surat kepada pengirim, dan penutupan sebagian kantor atau fasilitas pos karena penyebaran infeksi COVID-19.
"Semua faktor ini tidak dapat disangkal memberikan tekanan tinggi pada rantai pasokan pos global dan jaringan pos, serta menyebabkan penurunan volume kiriman pos dan kualitas layanan pos," kata Ismail.
Oleh karena itu, sektor pos perlu menerapkan manejemen perubahan secara holistik dan rekayasa ulang proses bisnis melalui transformasi digital, demi meningkatkan kualitas layanan pos dan volume pos agar bisa menanggapi perubahan kebutuhan pelanggan, dan memprioritaskan hak, kepuasan, dan pengalaman pelanggan.
"Indonesia saat ini sedang mencalonkan diri sebagai anggota untuk siklus Abidjan periode 2021-2024, dan untuk selanjutnya, saya mohon dukungan dari peserta kongres," kata pelaksana tugas Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ismail, dalam keterangan pers, dikutip Kamis.
"Sangat penting bahwa satu-satunya jalan ke depan bagi semua negara untuk mengatasi pandemi ini adalah dengan merangkul transformasi digital dan inovasi di sektor posnya, untuk memberi dampak menguntungkan pada e-commerce dan pertumbuhan ekonomi," kata Ismail.
Sektor pos secara nasional mengalami pertumbuhan Produk Domestik Bruto year-on-year 10,34 persen pada 2019. Sementara itu, pendapatan operator pos nasional pada semester I 2019 naik 30 persen year-on-year dibandingkan 2018.
Sejak awal pandemi, menurut Ismail, pemerintah mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk menggerakkan layanan pos.
Pertumbuhan ini disebabkan keberadaan e-commerce dan transaksi uang elektronik.
Bank Indonesia memprediksi transaksi e-commerce di Indonesia naik 33,2 persen dari Rp253 triliun pada 2020, menjadi Rp337 triliun tahun ini.
Sementara transaksi uang elektronik diperkirakan meningkat 32,3 persen dari Rp201 triliun pada 2020 menjadi Rp266 triliun pada 2021 karena aktivitas masyarakat terbatas selama pandemi.
"Salah satu solusi lintas sektoral yang penting, juga sebagai penggerak rantai pasokan pos global, adalah transformasi digital dan adopsi teknologi digital. Saya pikir kita setuju bahwa transformasi digital telah mempercepat rantai pasokan pos global, dan meningkatkan kepuasan, pengalaman, dan kepercayaan pelanggan pada layanan pos global," kata Ismail.
Sektor pos, meski pun begitu, mengalami tantangan selama pandemi ini seperti pembatasan pergerakan, penangguhan opsi transportasi dan pembatalan penerbangan, yang menyebabkan lonjakan gangugan pada rantai pasokan pos global.
Ismail mengidentifikasi potensi gangguan lain di sektor pos, yaitu penangguhan koridor layanan pos lintas batas, perpanjangan waktu penanganan dan pengiriman, peningkatan tidak terkirim atau pengembalian surat kepada pengirim, dan penutupan sebagian kantor atau fasilitas pos karena penyebaran infeksi COVID-19.
"Semua faktor ini tidak dapat disangkal memberikan tekanan tinggi pada rantai pasokan pos global dan jaringan pos, serta menyebabkan penurunan volume kiriman pos dan kualitas layanan pos," kata Ismail.
Oleh karena itu, sektor pos perlu menerapkan manejemen perubahan secara holistik dan rekayasa ulang proses bisnis melalui transformasi digital, demi meningkatkan kualitas layanan pos dan volume pos agar bisa menanggapi perubahan kebutuhan pelanggan, dan memprioritaskan hak, kepuasan, dan pengalaman pelanggan.
Pewarta : Natisha Andarningtyas
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
7 ASN Dinkominfo Muba lulus verifikasi untuk ikuti pelatihan analisis sosial media Komdigi
14 June 2025 21:40 WIB
Korban meninggal dunia akibat erupsi gunung Lewotobi di Flores jadi delapan orang
04 November 2024 9:27 WIB, 2024
Diskominfo Muba kerahkan semua platform siarkan debat publik Pilkada 2024
31 October 2024 15:26 WIB, 2024
Dinas Kominfo Muba dan Lahat berbagi pengalaman kelola data dan informasi
29 October 2024 15:56 WIB, 2024
Gerak Cepat, Kominfo Muba Bersama Tim Telkomsel Lakukan Recovery Kabel Optik di Jembatan
14 August 2024 12:11 WIB, 2024
Dinas Kominfo Provinsi Sumsel kunjungi Diskominfo Ogan Ilir terkait Satu Data Indonesia
08 August 2024 10:45 WIB, 2024
Cegah polarisasi jelang Pilkada, Diskomfo OKI ajak media sebarkan narasi inklusif
06 June 2024 15:01 WIB, 2024