Erick Thohir: Tidak mungkin lawan COVID tanpa adanya terapi ke pasien
Sabtu, 26 Juni 2021 16:13 WIB
Tangkapan layar Menteri BUMN Erick Thohir di Sentra Vaksinasi Bersama BUMN di Medan, Sumatera Utara, Sabtu (26/6/2021, 12.30 WIB). ANTARA/Instagram/@kementerianbumn/Aji Cakti
Jakarta (ANTARA) - Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan tidak mungkin melawan COVID-19 tanpa adanya terapi terhadap pasien atau penderita penyakit tersebut.
"Kami di Kementerian BUMN terus melakukan pengadaan obat-obatan, karena kita tahu tidak mungkin kita melawan COVID-19 ini tanpa adanya terapi," ujar Erick Thohir seperti dikutip dalam akun resmi Instagram Kementerian BUMN @kementerianbumn di Jakarta, Sabtu.
Erick mengatakan bahwa memang obat COVID-19 belum ada, namun terapi yang harus diberikan kepada penderita COVID-19 merupakan hal yang harus ada tindakannya, apakah itu dari yang termudah melalui pemberian vitamin sampai dengan terapi-terapi menggunakan obat-obatan seperti Oseltamivir, Remdesivir, dan Favipiravir.
"(Stok obat) itu kita sudah cek Insya Allah cukup," katanya.
Erick juga menambahkan bahwa sejak awal pandemi, Kementerian BUMN berupaya keras bagaimana BUMN menjadi lokomotif daripada ekonomi namun juga menjadi lokomotif pelayanan kepada rakyat.
"Karena itu seperti apa yang kita lakukan baik terkait pengadaan vaksin yang selama ini BUMN bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan dan juga pada awalnya dengan Kementerian Luar Negeri dalam mencari vaksin, ini bisa terbukti bahwa itu menjadi salah satu bagian dari solusi untuk kita perang melawan COVID-19," ujarnya.
Erick juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang mau menjadi bagian dari gotong royong melawan pandemi. Pemerintah pusat, Kementerian BUMN, pemerintah daerah dan TNI-Polri tidak mungkin berhasil jika masyarakatnya tidak mau bersama-sama melawan COVID-19.
"Tentu yang termudah adalah disiplin protokol kesehatan yang menjadi kunci, seperti memakai masker dengan benar, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer. Lalu alternatif lainnya tadi bagaimana kita bersama-sama memberikan vaksin dan sebagainya," kata Menteri BUMN.
Sebelumnya, Erick Thohir memastikan obat-obatan antiviral untuk penanganan COVID-19 produksi holding BUMN farmasi dalam kondisi stok tersedia di tengah kasus pandemi yang melonjak.
Erick menambahkan bahwa untuk obat yang jumlahnya dalam kondisi agak terbatas saat ini yakni Remdesivir, mudah-mudahan dalam waktu dekat pihaknya sudah mulai melakukan pengadaan lagi sehingga akan ada stok baru untuk obat tersebut.
"Kami di Kementerian BUMN terus melakukan pengadaan obat-obatan, karena kita tahu tidak mungkin kita melawan COVID-19 ini tanpa adanya terapi," ujar Erick Thohir seperti dikutip dalam akun resmi Instagram Kementerian BUMN @kementerianbumn di Jakarta, Sabtu.
Erick mengatakan bahwa memang obat COVID-19 belum ada, namun terapi yang harus diberikan kepada penderita COVID-19 merupakan hal yang harus ada tindakannya, apakah itu dari yang termudah melalui pemberian vitamin sampai dengan terapi-terapi menggunakan obat-obatan seperti Oseltamivir, Remdesivir, dan Favipiravir.
"(Stok obat) itu kita sudah cek Insya Allah cukup," katanya.
Erick juga menambahkan bahwa sejak awal pandemi, Kementerian BUMN berupaya keras bagaimana BUMN menjadi lokomotif daripada ekonomi namun juga menjadi lokomotif pelayanan kepada rakyat.
"Karena itu seperti apa yang kita lakukan baik terkait pengadaan vaksin yang selama ini BUMN bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan dan juga pada awalnya dengan Kementerian Luar Negeri dalam mencari vaksin, ini bisa terbukti bahwa itu menjadi salah satu bagian dari solusi untuk kita perang melawan COVID-19," ujarnya.
Erick juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang mau menjadi bagian dari gotong royong melawan pandemi. Pemerintah pusat, Kementerian BUMN, pemerintah daerah dan TNI-Polri tidak mungkin berhasil jika masyarakatnya tidak mau bersama-sama melawan COVID-19.
"Tentu yang termudah adalah disiplin protokol kesehatan yang menjadi kunci, seperti memakai masker dengan benar, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer. Lalu alternatif lainnya tadi bagaimana kita bersama-sama memberikan vaksin dan sebagainya," kata Menteri BUMN.
Sebelumnya, Erick Thohir memastikan obat-obatan antiviral untuk penanganan COVID-19 produksi holding BUMN farmasi dalam kondisi stok tersedia di tengah kasus pandemi yang melonjak.
Erick menambahkan bahwa untuk obat yang jumlahnya dalam kondisi agak terbatas saat ini yakni Remdesivir, mudah-mudahan dalam waktu dekat pihaknya sudah mulai melakukan pengadaan lagi sehingga akan ada stok baru untuk obat tersebut.
Pewarta : Aji Cakti
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kejutan manis di pengujung tahun, Pertamina gelar khitanan sasar 1.000 anak yatim dan duafa
03 January 2026 10:42 WIB
Kejati Sumsel tahan Direktur PT BSS dan PT SAL kasus pinjaman bank BUMN, rugikan negara Rp1,1 triliun
18 November 2025 10:54 WIB
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Seorang pegawai BUMN rugikan negara Rp4 miliar, ditahan Kejari Tabalong Kalsel
14 October 2025 19:45 WIB
BPK berikan 1.000 rekomendasi perbaikan BUMN, minta segera ditindaklanjuti
25 September 2025 11:16 WIB