Seorang perempuan di Banyuasin diterkam buaya saat mancing bersama anaknya
Selasa, 1 Juni 2021 13:44 WIB
Warga berkumpul di dekat kanal lokasi tempat seekor buaya menyerang seorang warga Desa Ganesha Mukti Kabupaten Banyuasin, Senin (31/5) (ANTARA/HO/21)
Palembang (ANTARA) - Seorang perempuan warga Desa Ganesha Mukti Kabupaten Banyuasin bernama Karsiti (45) menjadi korban terkaman buaya muara saat memancing ikan bersama anaknya di aliran kanal yang berjarak hanya 15 meter dari rumah korban.
Kapolsek Muara Padang AKP Marinus Ginting, Selasa, mengatakan korban diterkam serta ditarik buaya ke dalam kanal sedalam tiga meter pada Minggu (30/5) pukul 20.30 WIB dan hingga Selasa (1/6) siang tak kunjung ditemukan keberadaannya.
"Ini sudah pencarian hari kedua, tim gabungan Polisi, TNI, BPBD, BKSDA dibantu warga masih menyisir kanal sampai ke aliran Sungai Taro yang berjarak satu kilometer," ujarnya.
Korban Karsiti bersama anak lelakinya, Selin (17) pergi memancing ke kanal tidak jauh dari rumahnya, keduanya duduk bersampingan di pinggir kanal dengan kondisi penerangan seadanya saat memancing.
Baca juga: Seorang bocah diselamatkan saat kakinya sudah diterkam buaya
Baca juga: Lagi, warga Banyuasin diterkam buaya, jasadnya belum kunjung ditemukan
Saat itu kondisi air sedang pasang dan tingginya hampir menyamai tanggul kanal, diduga akibat air pasang itulah seekor buaya mendekati keduanya serta langsung menyambar dengan gerakan sapuan mulut menyamping.
Sambaran awal buaya tersebut sebenarnya menyasar Selin, namun dia berupaya melompat ke belakang sehingga sambaran buaya mengenai badan ibunya yang berada di samping, buaya tersebut langsung menarik ibunya ke dalam kanal dengan sangat cepat.
"Anaknya kesulitan mau nolong karena gelap, jadi langsung pulang ke rumah minta pertolongan," kata dia.
AKP Ginting menambahkan proses pencarian akan terus dilakukan hingga korban ketemu, diakuinya tim gabungan dan warga cukup kesulitan karena hanya mengandalkan alat-alat manual dalam pencarian, bahkan warga berencana memanggil pawang buaya agar korban segera ditemukan.
"Sampai sekarang belum ada tanda-tanda kemuculan buaya maupun jasad korban," jelasnya.
Ia menyebut di sepanjang kanal tersebut sudah ada peringatan terkait keberadaan buaya karena kanal itu tersambung dengan aliran Sungai Taro yang menjadi habitat buaya muara, bahkan warga sebenarnya sering menjumpai buaya-buaya muara di kanal tersebut.
Baca juga: Buaya terkam anak laki-laki di hadapan bapaknya sendiri saat cari daun nipah di perairan Sungsang
Baca juga: Seorang warga hilang di sungai, pengakuan rekannya melihat seekor buaya menggigit tangan korban
Kapolsek Muara Padang AKP Marinus Ginting, Selasa, mengatakan korban diterkam serta ditarik buaya ke dalam kanal sedalam tiga meter pada Minggu (30/5) pukul 20.30 WIB dan hingga Selasa (1/6) siang tak kunjung ditemukan keberadaannya.
"Ini sudah pencarian hari kedua, tim gabungan Polisi, TNI, BPBD, BKSDA dibantu warga masih menyisir kanal sampai ke aliran Sungai Taro yang berjarak satu kilometer," ujarnya.
Korban Karsiti bersama anak lelakinya, Selin (17) pergi memancing ke kanal tidak jauh dari rumahnya, keduanya duduk bersampingan di pinggir kanal dengan kondisi penerangan seadanya saat memancing.
Baca juga: Seorang bocah diselamatkan saat kakinya sudah diterkam buaya
Baca juga: Lagi, warga Banyuasin diterkam buaya, jasadnya belum kunjung ditemukan
Saat itu kondisi air sedang pasang dan tingginya hampir menyamai tanggul kanal, diduga akibat air pasang itulah seekor buaya mendekati keduanya serta langsung menyambar dengan gerakan sapuan mulut menyamping.
Sambaran awal buaya tersebut sebenarnya menyasar Selin, namun dia berupaya melompat ke belakang sehingga sambaran buaya mengenai badan ibunya yang berada di samping, buaya tersebut langsung menarik ibunya ke dalam kanal dengan sangat cepat.
"Anaknya kesulitan mau nolong karena gelap, jadi langsung pulang ke rumah minta pertolongan," kata dia.
AKP Ginting menambahkan proses pencarian akan terus dilakukan hingga korban ketemu, diakuinya tim gabungan dan warga cukup kesulitan karena hanya mengandalkan alat-alat manual dalam pencarian, bahkan warga berencana memanggil pawang buaya agar korban segera ditemukan.
"Sampai sekarang belum ada tanda-tanda kemuculan buaya maupun jasad korban," jelasnya.
Ia menyebut di sepanjang kanal tersebut sudah ada peringatan terkait keberadaan buaya karena kanal itu tersambung dengan aliran Sungai Taro yang menjadi habitat buaya muara, bahkan warga sebenarnya sering menjumpai buaya-buaya muara di kanal tersebut.
Baca juga: Buaya terkam anak laki-laki di hadapan bapaknya sendiri saat cari daun nipah di perairan Sungsang
Baca juga: Seorang warga hilang di sungai, pengakuan rekannya melihat seekor buaya menggigit tangan korban
Pewarta : Aziz Munajar
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BKSDA Jabar evakuasi 51 buaya dari penangkaran Cianjur ke BKSDA Sumsel
18 October 2024 16:53 WIB, 2024
Penambang timah diterkam buaya di pinggir Sungai Berang Dusun Air Malik
16 October 2024 10:29 WIB, 2024
Antisipasi buaya masih berkeliaran, polisi sisir lokasi penangkaran di Cianjur
06 October 2024 19:00 WIB, 2024
Terpopuler - Info Sumsel
Lihat Juga
Waspada jalur mudik rawan longsor di OKU Selatan, simak titik rawan berikut Ini
04 March 2026 17:38 WIB
Kodam II/Sriwijaya bangun tiga jembatan gantung di OKI dan OKU untuk konektivitas desa
04 March 2026 17:34 WIB
KPPG Palembang ancam hentikan operasional SPPG yang tak miliki sertifikat laik higiene
04 March 2026 17:33 WIB
Cegah keracunan, 22 dapur Makan Bergizi Gratis di OKU resmi kantongi sertifikat laik higiene
03 March 2026 19:13 WIB
Kawal program MBG, BPKP Sumsel dan Badan Gizi Nasional perkuat pengawasan di Palembang
03 March 2026 19:09 WIB