Pencarian Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 hari kedelapan fokus jenazah dan CVR
Sabtu, 16 Januari 2021 11:23 WIB
Personel Marinir TNI AL menyusun serpihan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang berhasil dievakuasi dan dikumpulkan di Posko SAR Terpadu Jakarta International Container Terminal (JICT) 2 Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (16/1/2021). ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat
Jakarta (ANTARA) - Misi pertolongan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak hari kedelapan akan difokuskan kepada pencarian jenazah korban serta rekaman suara kokpit (cockpit voice recorder/CVR) dan serpihan pesawat.
"Hari ini tetap fokus kepada tiga objek yang akan kita lakukan pencarian, jenazah tetap utamakan, karena ini menjadi harapan bagi keluarga korban," kata Direktur Operasi Basarnas Brigjen TNI (MAR) Rasman M.S di Posko SAR Terpadu Jakarta International Container Terminal (JICT) 2 Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu.
Meski demikian Rasman mengatakan tim pencari juga tetap melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat dan CVR pesawat SJ 182.
"Serpihan juga tetap diprioritaskan dan yang berikutnya adalah CVR," ujar Rasman.
Terkait dengan CVR, Rasman mengatakan gambar CVR yang beredar hanyalah bagian luar CVR, sedangkan komponen inti yang menyimpan rekaman percakapan di dalam kokpit pesawat masih belum ditemukan.
"Khusus untuk masalah CVR, bahwa sampai saat ini belum kita temukan. Yang beredar di gambar adalah baru casingnya. Kalau casingnya itu bungkusnya. Mudah-mudahan hari ini, itu bisa dimaksimalkan untuk menemukan apa yang menjadi harapan kita sekalian," pungkasnya.
Sebelumnya, pesawat Sriwijaya Air nomor register PK-CLC dengan nomor penerbangan SJ182 dengan rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada Sabtu (9/1) pukul 14.40 WIB dan jatuh di perairan Kepulauan Seribu di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki.
Pesawat jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada posisi 11 mil laut (nautical mile/nm) di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki.
Pesawat lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta pukul 14.36 WIB. Jadwal tersebut mundur dari jadwal penerbangan sebelumnya 13.35 WIB karena karena faktor cuaca.
Berdasarkan data manifes, pesawat yang diproduksi pada 1994 itu membawa 62 orang terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru. Dari jumlah tersebut, 40 orang dewasa, tujuh anak-anak, tiga bayi. Sedangkan 12 kru terdiri enam kru aktif dan enam kru ekstra.
"Hari ini tetap fokus kepada tiga objek yang akan kita lakukan pencarian, jenazah tetap utamakan, karena ini menjadi harapan bagi keluarga korban," kata Direktur Operasi Basarnas Brigjen TNI (MAR) Rasman M.S di Posko SAR Terpadu Jakarta International Container Terminal (JICT) 2 Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu.
Meski demikian Rasman mengatakan tim pencari juga tetap melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat dan CVR pesawat SJ 182.
"Serpihan juga tetap diprioritaskan dan yang berikutnya adalah CVR," ujar Rasman.
Terkait dengan CVR, Rasman mengatakan gambar CVR yang beredar hanyalah bagian luar CVR, sedangkan komponen inti yang menyimpan rekaman percakapan di dalam kokpit pesawat masih belum ditemukan.
"Khusus untuk masalah CVR, bahwa sampai saat ini belum kita temukan. Yang beredar di gambar adalah baru casingnya. Kalau casingnya itu bungkusnya. Mudah-mudahan hari ini, itu bisa dimaksimalkan untuk menemukan apa yang menjadi harapan kita sekalian," pungkasnya.
Sebelumnya, pesawat Sriwijaya Air nomor register PK-CLC dengan nomor penerbangan SJ182 dengan rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada Sabtu (9/1) pukul 14.40 WIB dan jatuh di perairan Kepulauan Seribu di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki.
Pesawat jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada posisi 11 mil laut (nautical mile/nm) di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki.
Pesawat lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta pukul 14.36 WIB. Jadwal tersebut mundur dari jadwal penerbangan sebelumnya 13.35 WIB karena karena faktor cuaca.
Berdasarkan data manifes, pesawat yang diproduksi pada 1994 itu membawa 62 orang terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru. Dari jumlah tersebut, 40 orang dewasa, tujuh anak-anak, tiga bayi. Sedangkan 12 kru terdiri enam kru aktif dan enam kru ekstra.
Pewarta : Fianda Sjofjan Rassat
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kasus Andrie Yunus: Komnas HAM desak pembentukan TGPF dan Revisi UU Peradilan Militer
27 April 2026 20:28 WIB
PLTU Banjarsari-FPTI Lahat kembangkan wisata 'waterfall rappelling' di Curug Perigi
24 April 2026 11:40 WIB
Hadapi Godzilla El Nino, Kementerian PU siapkan 400 pompa air untuk pertanian
11 April 2026 19:51 WIB
Perumda Tirta Musi Palembang luncurkan aplikasi layanan air berbasis digital
10 April 2026 17:13 WIB
Ratusan rumah di Kota Bengkulu terendam banjir, ketinggian air capai satu meter
06 April 2026 15:05 WIB
Hujan lebat tiga jam, sejumlah permukiman dan jalan di Palembang tergenang air
05 April 2026 21:28 WIB
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Kasus penganiayaan balita di Banda Aceh: Tiga pengasuh Daycare jadi tersangka
30 April 2026 7:28 WIB