PHRI Sumsel siap kerja sama sediakan tempat bagi OTG
Rabu, 23 September 2020 8:52 WIB
Ketua PHRI Sumsel, Herlan Aspiudin bersama Kadisbudpar Sumsel Aufa. (ANTARA/Yudi Abdullah/20)
Palembang (ANTARA) - Pengurus Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatera Selatan siap bekerja sama dengan Gugus Tugas COVID-19 untuk menyediakan tempat isolasi bagi orang tanpa gejala (OTG) atau masyarakat yang terinfeksi virus corona namun tanpa gejala sakit apapun.
"Anggota kami siap saja menyediakan tempat isolasi bagi OTG, namun berdasarkan pengalaman pada awal masuknya wabah COVID-19 ada satu hotel yang disiapkan untuk menampung penderita COVID-19 tidak terpakai karena fasilitas kesehatan milik rumah sakit cukup," kata Ketua PHRI Sumsel, Herlan Aspiudin di Palembang, Selasa.
Selain tersedia cukup banyak fasilitas kesehatan milik rumah sakit pemerintah dan swasta, Gugus Tugas COVID-19 Sumsel juga memanfaatkan fasilitas kamar wisma atlet Jakabaring untuk menampung masyarakat yang terinfeksi virus corona.
Kemungkinan hotel belum akan digunakan untuk menampung masyarakat yang terinfeksi COVID-19.
Jika terjadi lonjakan kasus COVID-19 di Kota Palembang dan 16 kabupaten/kota di Sumsel lainnya, lebih baik diaktifkan kembali rumah sehat yang memanfaatkan fasilitas kamar wisma atlet, katanya.
Dia menjelaskan, memasuki era normal baru atau adaptasi kebiasan baru, jumlah masyarakat yang terinfeksi COVID-19 mengalami peningkatan, namun masih bisa dikendalikan dengan penerapan disiplin protokol kesehatan secara ketat.
Untuk mencegah tempat usaha anggota PHRI Sumsel sebagai klaster penyebaran virus corona jenis baru itu, pihaknya mengingatkan semua pelaku industri pariwisata menegakkan disiplin protokol kesehatan di lokasi usaha secara ketat.
Berdasarkan laporan dari pengelola hotel dan restoran di Kota Palembang dan beberapa daerah Sumsel lainnya, setiap akhir pekan terjadi peningkatan jumlah tamu yang mereka layani.
Tamu yang datang dari berbagi daerah di Sumsel dan beberapa provinsi tetangga, seperti Lampung, Jambi, dan Bengkulu memanfaatkan waktu libur akhir pekan untuk jalan-jalan menikmati berbagai objek wisata dan kuliner.
Melihat kondisi tersebut, tidak hanya pengelola hotel dan restoran yang harus menerapkan disiplin protokol kesehatan, tetapi juga pengelola tempat wisata harus tegas menegur pengunjung jika melihat ada yang tidak memakai masker dan berkerumun, ujarnya.
Kondisi adaptasi kebiasaan baru diharapkan bisa dijaga bersama sehingga tidak terjadi peningkatan luar biasa kasus positif COVID-19 yang dapat mempengaruhi berbagai aktivitas masyarakat dan usaha, ujar Herlan.
"Anggota kami siap saja menyediakan tempat isolasi bagi OTG, namun berdasarkan pengalaman pada awal masuknya wabah COVID-19 ada satu hotel yang disiapkan untuk menampung penderita COVID-19 tidak terpakai karena fasilitas kesehatan milik rumah sakit cukup," kata Ketua PHRI Sumsel, Herlan Aspiudin di Palembang, Selasa.
Selain tersedia cukup banyak fasilitas kesehatan milik rumah sakit pemerintah dan swasta, Gugus Tugas COVID-19 Sumsel juga memanfaatkan fasilitas kamar wisma atlet Jakabaring untuk menampung masyarakat yang terinfeksi virus corona.
Kemungkinan hotel belum akan digunakan untuk menampung masyarakat yang terinfeksi COVID-19.
Jika terjadi lonjakan kasus COVID-19 di Kota Palembang dan 16 kabupaten/kota di Sumsel lainnya, lebih baik diaktifkan kembali rumah sehat yang memanfaatkan fasilitas kamar wisma atlet, katanya.
Dia menjelaskan, memasuki era normal baru atau adaptasi kebiasan baru, jumlah masyarakat yang terinfeksi COVID-19 mengalami peningkatan, namun masih bisa dikendalikan dengan penerapan disiplin protokol kesehatan secara ketat.
Untuk mencegah tempat usaha anggota PHRI Sumsel sebagai klaster penyebaran virus corona jenis baru itu, pihaknya mengingatkan semua pelaku industri pariwisata menegakkan disiplin protokol kesehatan di lokasi usaha secara ketat.
Berdasarkan laporan dari pengelola hotel dan restoran di Kota Palembang dan beberapa daerah Sumsel lainnya, setiap akhir pekan terjadi peningkatan jumlah tamu yang mereka layani.
Tamu yang datang dari berbagi daerah di Sumsel dan beberapa provinsi tetangga, seperti Lampung, Jambi, dan Bengkulu memanfaatkan waktu libur akhir pekan untuk jalan-jalan menikmati berbagai objek wisata dan kuliner.
Melihat kondisi tersebut, tidak hanya pengelola hotel dan restoran yang harus menerapkan disiplin protokol kesehatan, tetapi juga pengelola tempat wisata harus tegas menegur pengunjung jika melihat ada yang tidak memakai masker dan berkerumun, ujarnya.
Kondisi adaptasi kebiasaan baru diharapkan bisa dijaga bersama sehingga tidak terjadi peningkatan luar biasa kasus positif COVID-19 yang dapat mempengaruhi berbagai aktivitas masyarakat dan usaha, ujar Herlan.
Pewarta : Yudi Abdullah
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Google tanggapi temuan pemalsuan data Google Bisnis hotel di Indonesia
13 August 2024 14:45 WIB, 2024
226 hotel di Gili Matra NTB belum dapat pesanan kamar di ajang MotoGP 2022
27 January 2022 9:08 WIB, 2022
Disbudpar Sumsel upayakan pekerjakan kembali karyawan hotel yang dirumahkan
28 October 2021 19:09 WIB, 2021
PHRI Sumsel bantu sosialisasikan aplikasi Giwang promosikan pariwisata
26 September 2021 20:38 WIB, 2021
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB
Gapki: Tanaman kelapa sawit di Sumsel butuh peremajaan untuk tingkatkan produksi
21 March 2025 11:00 WIB