Alex Noerdin: Ada 10 orang dikabarkan terindikasi positif COVID-19 saat RDP dengan Pertamina
Senin, 29 Juni 2020 23:05 WIB
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Alex Noerdin. (FOTO ANTARA/Dolly Rosana/pri.)
Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi VII DPR Alex Noerdin mengabarkan adanya 10 orang terindikasi positif COVID-19 pada saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan PT Pertamina di Gedung DPR, Jakarta, Senin.
"Bapak ibu sekalian ada pengumuman penting, patuhi protokol kesehatan, baru didapat kabar lima menit yang lalu di lantai atas, saya 'nggak' sebut lantai berapa, 10 orang ditemukan positif," kata Alex Noerdin di sela-sela RDP.
Namun info lebih lanjut tidak disebutkan secara rinci mengenai penemuan kasus positif COVID-19 tersebut.
Dalam RDP itu, PT Pertamina (Persero) dari tahun 2020-2026 memaparkan kebutuhan pendanaan mencapai 133 miliar dolar AS atau setara Rp1.862 triliun dengan asumsi kurs Rp14.000/dolar.
Dalam pemaparan Pertamina, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menjelaskan total angka sebesar 133 miliar dolar As tersebut adalah merupakan belanja modal dalam enam tahun.
Kemudian, sumber dana sebesar 47 persen akan berada dari internal, 10 persen project financing, 28 persen dari eksternal, dan 15 persen dari pembiayaan ekuitas.
Selanjutnya, pilihan dari pendanaan perusahaan dapat berasal dari saham, surat utang dan juga perbankan.
Secara khusus, Dirut Pertamina menyebutkan untuk tahun 2020 ini pendanaan sebesar 6,2 miliar dolar AS atau Rp87 triliun untuk proyek strategis nasional.
Adapun opsi pendanaan perusahaan bisa dari saham (partnertship dan IPO atau initial public offering/penawaran umum saham perdana), surat utang (rerata tenor 1-10 tahun, dibatasi debt to equity ratio), dan perbankan (rata-rata tenor 4-5 tahun)
"Bapak ibu sekalian ada pengumuman penting, patuhi protokol kesehatan, baru didapat kabar lima menit yang lalu di lantai atas, saya 'nggak' sebut lantai berapa, 10 orang ditemukan positif," kata Alex Noerdin di sela-sela RDP.
Namun info lebih lanjut tidak disebutkan secara rinci mengenai penemuan kasus positif COVID-19 tersebut.
Dalam RDP itu, PT Pertamina (Persero) dari tahun 2020-2026 memaparkan kebutuhan pendanaan mencapai 133 miliar dolar AS atau setara Rp1.862 triliun dengan asumsi kurs Rp14.000/dolar.
Dalam pemaparan Pertamina, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menjelaskan total angka sebesar 133 miliar dolar As tersebut adalah merupakan belanja modal dalam enam tahun.
Kemudian, sumber dana sebesar 47 persen akan berada dari internal, 10 persen project financing, 28 persen dari eksternal, dan 15 persen dari pembiayaan ekuitas.
Selanjutnya, pilihan dari pendanaan perusahaan dapat berasal dari saham, surat utang dan juga perbankan.
Secara khusus, Dirut Pertamina menyebutkan untuk tahun 2020 ini pendanaan sebesar 6,2 miliar dolar AS atau Rp87 triliun untuk proyek strategis nasional.
Adapun opsi pendanaan perusahaan bisa dari saham (partnertship dan IPO atau initial public offering/penawaran umum saham perdana), surat utang (rerata tenor 1-10 tahun, dibatasi debt to equity ratio), dan perbankan (rata-rata tenor 4-5 tahun)
Pewarta : Afut Syafril Nursyirwan
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kejati Sumsel tangani buron korupsi Covid-19 yang ditangkap di Jabar
06 February 2025 7:20 WIB, 2025
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Kasus penganiayaan balita di Banda Aceh: Tiga pengasuh Daycare jadi tersangka
30 April 2026 7:28 WIB