Dua penambang emas meninggal dalam lubang tambang
Rabu, 10 Juni 2020 23:19 WIB
Ilustrasi- Petugas membawa jenazah penambang emas liar. ANTARA/BNPB
Panyabungan (ANTARA) - Dua orang penambang emas tanpa izin meninggal di dalam lubang tambang yang berada wilayah Gunung Panatapan, Desa Hutabargot, Kecamatan Hutabargot, Mandailing Natal, Sumatera Utara.
Kapolsek Panyabungan, AKP Andi Gustawi Lubis, di Panyabungan, Rabu, mengatakan, berdasarkan penyelidikan sementara kedua korban meninggal akibat kekurangan oksigen di dalam lubang.
Kedua penambang itu diperkirakan meninggal, pukul 1.00 WIB dini hari Selasa (9/6).
Dari informasi dihimpun, kedua korban meninggal yaitu berinisial US (25 tahun) dan JA (40). Mereka berasal dari Provinsi Banten dan menetap di Kecamatan Panyabungan, Mandailing Natal.
US saat ini bertempat tinggal di Desa Lumban Pasir Kecamatan Panyabungan, dan JA menetap di Jalan Masjid Istiqomah Kelurahan Sipolupolu.
"Mereka masuk ke dalam lubang tambang yang sudah lama ditinggal dan tidak produksi. Di dalam mereka menghirup gas di dalam tanah dan tidak ada oksigen. Sehingga mereka kehabisan tenaga. Mereka ditemukan sudah meninggal," kata Lubis.
Ia menjelaskan, keluarga korban semula tidak mengizinkan jenazah mereka di-visum.
Namun setelah diberikan penjelasan, korban pun akhirnya divisum dan hasilnya tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan.
Kedua korban sudah dimakamkan di TPU Banjar Kobun Kelurahan Panyabungan II Kecamatan Panyabungan.
Kapolsek Panyabungan, AKP Andi Gustawi Lubis, di Panyabungan, Rabu, mengatakan, berdasarkan penyelidikan sementara kedua korban meninggal akibat kekurangan oksigen di dalam lubang.
Kedua penambang itu diperkirakan meninggal, pukul 1.00 WIB dini hari Selasa (9/6).
Dari informasi dihimpun, kedua korban meninggal yaitu berinisial US (25 tahun) dan JA (40). Mereka berasal dari Provinsi Banten dan menetap di Kecamatan Panyabungan, Mandailing Natal.
US saat ini bertempat tinggal di Desa Lumban Pasir Kecamatan Panyabungan, dan JA menetap di Jalan Masjid Istiqomah Kelurahan Sipolupolu.
"Mereka masuk ke dalam lubang tambang yang sudah lama ditinggal dan tidak produksi. Di dalam mereka menghirup gas di dalam tanah dan tidak ada oksigen. Sehingga mereka kehabisan tenaga. Mereka ditemukan sudah meninggal," kata Lubis.
Ia menjelaskan, keluarga korban semula tidak mengizinkan jenazah mereka di-visum.
Namun setelah diberikan penjelasan, korban pun akhirnya divisum dan hasilnya tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan.
Kedua korban sudah dimakamkan di TPU Banjar Kobun Kelurahan Panyabungan II Kecamatan Panyabungan.
Pewarta : Juraidi dan Holik
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Harga Emas Palembang naik ke Rp16,6 Juta per suku, naik Rp1 Juta dari pekan lalu
09 February 2026 6:07 WIB
Indonesia raih dua emas kompetisi balapan sepeda lintasan Track Asia Cup 2026
01 February 2026 9:47 WIB