Pengusaha perikanan nasional diminta manfaatkan momentum perang dagang
Senin, 23 September 2019 14:43 WIB
Para pedagang pengumpul menaikkan ikan tuna hasil tangkapan nelayan ke atas mobil bak terbuka di Pelabuhan Perikanan Nusantara (ANTARA/Awaludin) (1)
Jakarta (ANTARA) - Pengusaha perikanan dari berbagai daerah perlu untuk segera memanfaatkan momentum perang dagang dengan cara memasok komoditas perikanan ke Amerika Serikat yang selama ini dipasok dari China.
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin, meminta pengusaha Indonesia memanfaatkan momentum perang dagang antara China dan Amerika Serikat untuk meningkatkan ekspor produk perikanan ke Amerika Serikat.
Pasalnya, ujar Susi Pudjiastuti, akibat perang dagang tersebut, Amerika Serikat menerapkan tarif impor yang besar hingga 250 persen bagi produk China, sehingga diberitakan sebanyak 14.000 metrik ton tuna loin asal China hilang dari pasar Amerika Serikat.
"Suplai itu mestinya digantikan oleh ikan-ikan Indonesia, ikan-ikan milik perusahaan Indonesia," kata Menteri Susi.
Namun, Menteri Kelautan dan Perikanan RI mengingatkan bahwa guna mewujudkan hal tersebut, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.
Sebelumnya, Ketua Tim Ahli Wakil Presiden sekaligus Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi mengatakan bahwa pemerintah Indonesia berencana menggantikan posisi China dalam sektor perdagangan dengan melakukan pendekatan kepada para pelaku usaha Amerika Serikat (AS).
Sofjan menuturkan dalam melakukan pendekatan tersebut maka Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mempertemukan para bankir dan perwakilan kamar dagang AS atau US Chamber untuk membahas tentang adanya peluang perdagangan terutama terkait barang-barang antara Indonesia dan Amerika.
"Kita gantikan peranan China sebagian. Itu besar sekali. Kita mau ganti, jadi beli ke kita ke perusahaan kita," kata Sofjan Wanandi saat ditemui di Kantor Kemenko Kemaritiman, Jakarta, Jumat (13/9).
Sofjan melanjutkan, kerja sama ini bersifat bilateral sehingga akan mempertimbangkan secara matang tentang keperluan dan kepentingan dari masing-masing kedua negara tersebut.
“Kerja sama dengan AS harus bilateral. Kerja samanya masih kita bicarakan apa yang mereka perlukan dan apa yang kita perlukan,” ujarnya.
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin, meminta pengusaha Indonesia memanfaatkan momentum perang dagang antara China dan Amerika Serikat untuk meningkatkan ekspor produk perikanan ke Amerika Serikat.
Pasalnya, ujar Susi Pudjiastuti, akibat perang dagang tersebut, Amerika Serikat menerapkan tarif impor yang besar hingga 250 persen bagi produk China, sehingga diberitakan sebanyak 14.000 metrik ton tuna loin asal China hilang dari pasar Amerika Serikat.
"Suplai itu mestinya digantikan oleh ikan-ikan Indonesia, ikan-ikan milik perusahaan Indonesia," kata Menteri Susi.
Namun, Menteri Kelautan dan Perikanan RI mengingatkan bahwa guna mewujudkan hal tersebut, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.
Sebelumnya, Ketua Tim Ahli Wakil Presiden sekaligus Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi mengatakan bahwa pemerintah Indonesia berencana menggantikan posisi China dalam sektor perdagangan dengan melakukan pendekatan kepada para pelaku usaha Amerika Serikat (AS).
Sofjan menuturkan dalam melakukan pendekatan tersebut maka Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mempertemukan para bankir dan perwakilan kamar dagang AS atau US Chamber untuk membahas tentang adanya peluang perdagangan terutama terkait barang-barang antara Indonesia dan Amerika.
"Kita gantikan peranan China sebagian. Itu besar sekali. Kita mau ganti, jadi beli ke kita ke perusahaan kita," kata Sofjan Wanandi saat ditemui di Kantor Kemenko Kemaritiman, Jakarta, Jumat (13/9).
Sofjan melanjutkan, kerja sama ini bersifat bilateral sehingga akan mempertimbangkan secara matang tentang keperluan dan kepentingan dari masing-masing kedua negara tersebut.
“Kerja sama dengan AS harus bilateral. Kerja samanya masih kita bicarakan apa yang mereka perlukan dan apa yang kita perlukan,” ujarnya.
Pewarta : M Razi Rahman
Editor : Dolly Rosana
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Peluang ekspor tuna ke Jepang terbuka, KKP tegaskan penguatan daya saing dimulai dari hulu
03 August 2026 9:42 WIB
DFW: Pembenahan dokumentasi kapal bakal lestarikan ekspor tuna Indonesia
13 April 2019 17:32 WIB, 2019
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Semen Baturaja pasok material pembangunan pagar konservasi gajah Way Kambas sepanjang 138 Km
16 jam lalu
Bank Sumsel Babel hadirkan promo Kredit Serba Guna berhadiah cashback 0,2 persen
07 September 2026 12:46 WIB
Bank Sumsel Babel buka penawaran Sukuk Ritel SR025 berimbal hasil hingga 6,90 Persen
07 September 2026 12:36 WIB
Pertamina Patra Niaga bagikan 8.100 makanan pada Hari Pelanggan Nasional 2026
07 September 2026 10:47 WIB