Antisipasi lonjakan jamaah yang sakit kantor Kesehatan Haji Mekkah siapkan tim khusus saat wukuf
Minggu, 28 Juli 2019 18:15 WIB
Kasie Kesehatan Daker Mekkah Dr M Imran mengatakan Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) sedang menyiapkan tim khusus yang akan diterjunkan saat puncak musim haji (ANTARA/Hanni Sofia)
Mekkah (ANTARA) - Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Mekkah sedang mempersiapkan tim khusus yang akan diterjunkan saat puncak musim haji yakni saat wukuf di Arafah dan mabit di Muzdalifah dan Mina.
Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja Mekkah Dr Muhammad Imran di Kota Mekkah, Ahad, mengatakan saat ini pihaknya sudah mulai mempersiapkan tim yang akan diterjunkan ke Arafah, Muzdalifah, Mina (Armuzna) saat puncak musim haji. “Kami juga sedang proses penyiapan alat-alat dan obat,” katanya.
Selain itu, KKHI juga menyiapkan lebih dari 200 bed (tempat tidur) serta 100 tempat tidur lipat untuk mengantisipasi lonjakan jamaah yang sakit setelah masa Armuzna. “Kami siapkan tambahan 100 tempat tidur,” katanya.
KKHI sampai Sabtu (26/7) telah memulangkan 22 calon haji yang telah pulih dari sakitnya ke kloternya masing-masing. Beberapa dari mereka merupakan pasien yang dirawat di rumah sakit Arab Saudi.
Dalam setiap harinya, KKHI memulangkan pasien yang telah membaik kondisinya rata-rata 15-20 orang. “Dominasi penyakitnya rata-rata adalah ISPA, pnemonia, penyakit paru kronis, menahun, diabetes dan hipertensi yang komplikasi,” katanya.
KKHI kata dia, sampai sejauh ini telah merawat lebih dari 400 pasien yang sakit dengan berbagai keluhan.
Umumnya setelah dipulangkan karena kondisinya pulih, pihaknya mengedukasi jamaah agar mereka tetap menjaga kesehatan dengan istirahat yang cukup minum air, cukup makan buah dan sayur.
“Jangan memaksa diri melakukan aktivitas yang berat selama berada di Mekkah. Kemudian kepada para TKHI, kami titipkan pesan agar memantau jamaah yang sudah dipulangkan agar tetap konsumsi obat yang sudah dianjurkan dari dokter,” katanya.
Dalam sehari KKHI Mekkah rata-rata menerima 20-30 pasien yang sakit.
Imran menyarankan kepada jamaah yang akan shalat di Masjidil Haram untuk selalu berangkat lebih awal dari pondokan sehingga tidak perlu berdesakan saat memasuki masjid.
“Kemudian sebelum berangkat minum air karena perjalanan cukup panas, setelah itu sebelum keluar masjid jangan buru-buru dulu, tunggu sekitar 20 menit agar tidak berdesakan di pintu keluar masjid,” katanya.
Imran menambahkan, sebelum keluar masjid jamaah juga sangat disarankan minum air zam-zam yang disediakan di masjid. “Mengingat perjalanan ke terminal selain jauh juga sangat terik agar tidak dehidrasi dan kelelahan terutama bagi jamaah lansia dan risiko tinggi,” katanya.*
Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja Mekkah Dr Muhammad Imran di Kota Mekkah, Ahad, mengatakan saat ini pihaknya sudah mulai mempersiapkan tim yang akan diterjunkan ke Arafah, Muzdalifah, Mina (Armuzna) saat puncak musim haji. “Kami juga sedang proses penyiapan alat-alat dan obat,” katanya.
Selain itu, KKHI juga menyiapkan lebih dari 200 bed (tempat tidur) serta 100 tempat tidur lipat untuk mengantisipasi lonjakan jamaah yang sakit setelah masa Armuzna. “Kami siapkan tambahan 100 tempat tidur,” katanya.
KKHI sampai Sabtu (26/7) telah memulangkan 22 calon haji yang telah pulih dari sakitnya ke kloternya masing-masing. Beberapa dari mereka merupakan pasien yang dirawat di rumah sakit Arab Saudi.
Dalam setiap harinya, KKHI memulangkan pasien yang telah membaik kondisinya rata-rata 15-20 orang. “Dominasi penyakitnya rata-rata adalah ISPA, pnemonia, penyakit paru kronis, menahun, diabetes dan hipertensi yang komplikasi,” katanya.
KKHI kata dia, sampai sejauh ini telah merawat lebih dari 400 pasien yang sakit dengan berbagai keluhan.
Umumnya setelah dipulangkan karena kondisinya pulih, pihaknya mengedukasi jamaah agar mereka tetap menjaga kesehatan dengan istirahat yang cukup minum air, cukup makan buah dan sayur.
“Jangan memaksa diri melakukan aktivitas yang berat selama berada di Mekkah. Kemudian kepada para TKHI, kami titipkan pesan agar memantau jamaah yang sudah dipulangkan agar tetap konsumsi obat yang sudah dianjurkan dari dokter,” katanya.
Dalam sehari KKHI Mekkah rata-rata menerima 20-30 pasien yang sakit.
Imran menyarankan kepada jamaah yang akan shalat di Masjidil Haram untuk selalu berangkat lebih awal dari pondokan sehingga tidak perlu berdesakan saat memasuki masjid.
“Kemudian sebelum berangkat minum air karena perjalanan cukup panas, setelah itu sebelum keluar masjid jangan buru-buru dulu, tunggu sekitar 20 menit agar tidak berdesakan di pintu keluar masjid,” katanya.
Imran menambahkan, sebelum keluar masjid jamaah juga sangat disarankan minum air zam-zam yang disediakan di masjid. “Mengingat perjalanan ke terminal selain jauh juga sangat terik agar tidak dehidrasi dan kelelahan terutama bagi jamaah lansia dan risiko tinggi,” katanya.*
Pewarta : Hanni Sofia
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPK selidiki dugaan pratik pemerasan pengurusan sertifikat K3 sebelum 2019 di Kemenaker
26 August 2025 7:41 WIB
Pejabat Kemenhub ditugasi kumpulkan uang untuk pemenangan Pilpres 2019
13 January 2025 16:59 WIB, 2025
Pimpinan DPRD Sumsel 2019-2024 berpamitan serahkan kursi ke dewan baru
24 September 2024 21:17 WIB, 2024
45 Anggota DPRD Banyuasin disumpah, Pj Bupati apresiasi anggota DPRD 2019-2024
11 September 2024 19:06 WIB, 2024
Kejati Sumsel tangkap buronan korupsi rehabilitasi jalan tahun 2019
14 November 2023 14:29 WIB, 2023
Kurs rupiah dinilai masih jauh lebih baik dibanding periode 2019-2020
08 November 2023 16:20 WIB, 2023
Kemenkominfo ungkap langkah tangani situs pemda disusupi judi online
20 January 2023 13:50 WIB, 2023
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Razia syariat Islam di Aceh Barat, 33 warga terjaring langgar aturan busana muslim
30 April 2026 7:33 WIB