Realisasi potensi PLTA kurang dari 10 persen
Rabu, 3 Juli 2019 21:34 WIB
Ilustrasi - PLTA Sutami (dokumen PLN)
Jakarta (ANTARA) - Pengamat kelistrikan Fabby Tumiwa mengatakan bahwa realisasi pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Indonesia kurang dari 10 persen dari potensi yang sebesar 75 gigawatt.
"Di Indonesia kita punya potensi besar 75 gigawatt menurut Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, sedangkan kapasitas terpasang baru 5 gigawatt," kata Fabby dalam bincang tentang PLTA Batang Toru, Jakarta, Rabu.
Dia mengatakan PLTA di Indonesia tidak beroperasi 24 jam, hanya beberapa jama, dipakai untuk menampung air dan dipakai pada malam hari.
Dia mengatakan potensi pembangunan PLTA di Kalimantan, sejumlah daerah di Sumatera, dan Papua, masih sangat besar, dan perlu diekplorasi lebih lanjut untuk mengejar target untuk mencapai target pembangunan pembangkit Listrik 35.000 megawatt.
"Antara kapasitas dan potensi masih banyak yang bisa dimanfaatkan. PLTA sebagian besar di Jawa," tuturnya.
PLTA juga akan membantu untuk pemenuhan kebutuhan listrik terutama sumber listrik murah dan konsisten, khususnya untuk industri seperti industri pengolahan. Jika dipelihara dengan baik, PLTA bisa bertahan hingga 50 tahun.
"Sangat tepat dikaitkan dengan industri yang butuh energi besar dan murah misal industri pengolahan seperti smelter butuh listrik banyak tapi murah," tuturnya.
"Di Indonesia kita punya potensi besar 75 gigawatt menurut Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, sedangkan kapasitas terpasang baru 5 gigawatt," kata Fabby dalam bincang tentang PLTA Batang Toru, Jakarta, Rabu.
Dia mengatakan PLTA di Indonesia tidak beroperasi 24 jam, hanya beberapa jama, dipakai untuk menampung air dan dipakai pada malam hari.
Dia mengatakan potensi pembangunan PLTA di Kalimantan, sejumlah daerah di Sumatera, dan Papua, masih sangat besar, dan perlu diekplorasi lebih lanjut untuk mengejar target untuk mencapai target pembangunan pembangkit Listrik 35.000 megawatt.
"Antara kapasitas dan potensi masih banyak yang bisa dimanfaatkan. PLTA sebagian besar di Jawa," tuturnya.
PLTA juga akan membantu untuk pemenuhan kebutuhan listrik terutama sumber listrik murah dan konsisten, khususnya untuk industri seperti industri pengolahan. Jika dipelihara dengan baik, PLTA bisa bertahan hingga 50 tahun.
"Sangat tepat dikaitkan dengan industri yang butuh energi besar dan murah misal industri pengolahan seperti smelter butuh listrik banyak tapi murah," tuturnya.
Pewarta : Martha Herlinawati S
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PT Bumi Andalas Permai dukung budidaya kepiting bakau di Desa Sungai Batang OKI
12 February 2026 14:15 WIB
Terungkap, Bupati Tanah Datar tegaskan tidak pernah terbitkan izin di sepanjang Sungai Anai
23 May 2024 11:45 WIB, 2024
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB
Gapki: Tanaman kelapa sawit di Sumsel butuh peremajaan untuk tingkatkan produksi
21 March 2025 11:00 WIB