Ini tanggapan Titiek Soeharto terhadap hasil Pilpres 2019
Selasa, 21 Mei 2019 20:08 WIB
Titiek Soeharto berada di lokasi aksi damai yang berlangsung di depan Gedung Bawaslu RI, Jakarta Pusat, Selasa (21/5/2019). (ANTARA News/Astrid Faidlatul Habibah)
Jakarta (ANTARA) - Titiek Soeharto menanggapi penetapan hasil suara pemilihan presiden 2019 yang telah diumumkan oleh KPU RI pada Selasa dini hari.
“Kenapa mengumumkan di pagi buta kalau tidak ada maksud yang tidak jelas,” kata Titiek saat ditemui di depan Gedung Bawaslu RI, Selasa petang.
Ia mengatakan bahwa seharusnya pihak KPU mengumumkan hasil penetapan secara resmi tersebut pada siang hari karena dinilai lebih logis.
“Seharusnya diumumkan di siang hari karena banyak masyarakat yang sadar atau tidak tidur kan jadi mereka tahu,” katanya.
Menurut Titiek, adanya aksi damai di depan Gedung Bawaslu RI yang diikuti oleh ratusan orang merupakan suatu bentuk penyampaian pendapat terhadap hasil pemilu.
“Ini wujud kita tidak terima. Karena itu, kita adakan aksi damai ini,” katanya.
Di sisi lain, Titiek juga menyayangkan sikap aparat keamanan yang dianggap terlalu berlebihan dalam melakukan penjagaan aksi massa.
“Massa disambut oleh Kepolisian seperti ini. Seharusnya mereka (polisi) malu karena yang mereka hadapi emak-emak, kayak mau perang,” ujarnya.
“Kenapa mengumumkan di pagi buta kalau tidak ada maksud yang tidak jelas,” kata Titiek saat ditemui di depan Gedung Bawaslu RI, Selasa petang.
Ia mengatakan bahwa seharusnya pihak KPU mengumumkan hasil penetapan secara resmi tersebut pada siang hari karena dinilai lebih logis.
“Seharusnya diumumkan di siang hari karena banyak masyarakat yang sadar atau tidak tidur kan jadi mereka tahu,” katanya.
Menurut Titiek, adanya aksi damai di depan Gedung Bawaslu RI yang diikuti oleh ratusan orang merupakan suatu bentuk penyampaian pendapat terhadap hasil pemilu.
“Ini wujud kita tidak terima. Karena itu, kita adakan aksi damai ini,” katanya.
Di sisi lain, Titiek juga menyayangkan sikap aparat keamanan yang dianggap terlalu berlebihan dalam melakukan penjagaan aksi massa.
“Massa disambut oleh Kepolisian seperti ini. Seharusnya mereka (polisi) malu karena yang mereka hadapi emak-emak, kayak mau perang,” ujarnya.
Pewarta : Sri Muryono dan Astrid Faidlatul Habibah
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Siti Hediati Soeharto dan empat pejabat negara dapat gelar adat Komering
27 September 2025 20:37 WIB
Cucu Soeharto daftarkan Partai Karya Republik jadi peserta Pemilu 2024
14 August 2022 22:30 WIB, 2022
Mahfud MD: Tommy Soeharto sewakan tanah yang dijaminkan kepada negara
05 November 2021 22:10 WIB, 2021