Pedagang lemang rasakan berkah ramadhan
Senin, 13 Mei 2019 22:14 WIB
Pedagang lemang bambu, Nuraini (kiri) menawarkan dagangannya pada pembeli di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Senin (13/5/2019). (ANTARA/M Risyal Hidayat)
Jakarta (ANTARA) - Berkah Ramadhan tahun ini juga dirasakan para pedagang di Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat, yang menjajakan lemang, makanan khas Padang Sumatera Barat yang terbuat dari beras ketan dan santan.
"Alhamdulillah penjualannya meningkat, sehari biasanya terjual 15 buah, bulan puasa seperti ini bisa 30 buah bahkan lebih," kata Nuraini (30), pedagang lemang bambu dan nasi kapau di Jalan Kramat Raya, Senin.
Di kawasan Jalan Kramat Raya, lemang dijual dengan harga satuan antara Rp30.000 sampai Rp35.000.
Angka penjualan lemang di kawasan itu pada awal Ramadhan, diakui para pedagang, naik hingga dua kali lipat dari hari biasa.
Menurut Nuraini, yang telah 25 tahun menggeluti usaha lemang bersama keluarga, omzet penjualan lemang bisa naik sampai 100 persen selama Ramadhan.
"Kalau hari biasa pendapatan kisaran Rp500 ribu, kalau Ramadhan bisa mencapai Rp1 juta lebih," katanya.
Anik, pedagang lemang lain di Jalan Kramat Raya, juga merasakan kenaikan omzet penjualan.
"Kalau sehari biasanya menyediakan 20 masih sisa 10 buah, bulan puasa seperti ini 20 bisa habis, bahkan kadang sampai minta pedagang sebelah," katanya.
Lemang dibuat dari beras ketan dan santan kelapa lalu dibungkus dengan daun pisang dan dimasukkan ke dalam bambu kemudian dibakar selama empat jam.
"Ini cuma pakai garam saja, jadi tanpa pengawet, karena dalam bambu dan dibakar lama jadi walau pun sore tetap hangat, ini juga bisa tahan hingga dua hari," Nuraini menerangkan.
Anik menjelaskan lemang biasanya dimakan bersama tapai, atau rendang, atau opor ayam, atau durian.
"Jadi memang sesuai dengan selera masing-masing saja, lemang gurih biasa dimakan dengan yang manis," katanya.
"Alhamdulillah penjualannya meningkat, sehari biasanya terjual 15 buah, bulan puasa seperti ini bisa 30 buah bahkan lebih," kata Nuraini (30), pedagang lemang bambu dan nasi kapau di Jalan Kramat Raya, Senin.
Di kawasan Jalan Kramat Raya, lemang dijual dengan harga satuan antara Rp30.000 sampai Rp35.000.
Angka penjualan lemang di kawasan itu pada awal Ramadhan, diakui para pedagang, naik hingga dua kali lipat dari hari biasa.
Menurut Nuraini, yang telah 25 tahun menggeluti usaha lemang bersama keluarga, omzet penjualan lemang bisa naik sampai 100 persen selama Ramadhan.
"Kalau hari biasa pendapatan kisaran Rp500 ribu, kalau Ramadhan bisa mencapai Rp1 juta lebih," katanya.
Anik, pedagang lemang lain di Jalan Kramat Raya, juga merasakan kenaikan omzet penjualan.
"Kalau sehari biasanya menyediakan 20 masih sisa 10 buah, bulan puasa seperti ini 20 bisa habis, bahkan kadang sampai minta pedagang sebelah," katanya.
Lemang dibuat dari beras ketan dan santan kelapa lalu dibungkus dengan daun pisang dan dimasukkan ke dalam bambu kemudian dibakar selama empat jam.
"Ini cuma pakai garam saja, jadi tanpa pengawet, karena dalam bambu dan dibakar lama jadi walau pun sore tetap hangat, ini juga bisa tahan hingga dua hari," Nuraini menerangkan.
Anik menjelaskan lemang biasanya dimakan bersama tapai, atau rendang, atau opor ayam, atau durian.
"Jadi memang sesuai dengan selera masing-masing saja, lemang gurih biasa dimakan dengan yang manis," katanya.
Pewarta : Virna P Setyorini/M Risyal Hidayat
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPK selidiki dugaan pratik pemerasan pengurusan sertifikat K3 sebelum 2019 di Kemenaker
26 August 2025 7:41 WIB
Pejabat Kemenhub ditugasi kumpulkan uang untuk pemenangan Pilpres 2019
13 January 2025 16:59 WIB, 2025
Pimpinan DPRD Sumsel 2019-2024 berpamitan serahkan kursi ke dewan baru
24 September 2024 21:17 WIB, 2024
45 Anggota DPRD Banyuasin disumpah, Pj Bupati apresiasi anggota DPRD 2019-2024
11 September 2024 19:06 WIB, 2024
Kejati Sumsel tangkap buronan korupsi rehabilitasi jalan tahun 2019
14 November 2023 14:29 WIB, 2023
Kurs rupiah dinilai masih jauh lebih baik dibanding periode 2019-2020
08 November 2023 16:20 WIB, 2023
Kemenkominfo ungkap langkah tangani situs pemda disusupi judi online
20 January 2023 13:50 WIB, 2023
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB
Gapki: Tanaman kelapa sawit di Sumsel butuh peremajaan untuk tingkatkan produksi
21 March 2025 11:00 WIB