Pusri luncurkan e-PAS jual pupuk online
Senin, 24 Desember 2018 19:40 WIB
Direktur Utama PT Pusri Mulyono Prawiro (tiga dari kiri) pada peluncuran e-Pas di kompleks Pabrik Pusri Palembang, Senin (24/12). (ANTARA News Sumsel/Dolly Rosana/Ang/18)
Palembang (ANTARA News Sumsel) - PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang meluncurkan e-PAS yang merupakan platform bisnis baru berbasis digital dalam penjualan pupuk secara online hingga konsultan pertanian.
Direktur Utama PT Pusri Palembang, Mulyono Prawiro di Palembang, Senin, mengatakan pihaknya membuat Pusri Agribusiness Solution (e-PAS) sebagai solusi bagi permasalahan pertanian dan agroindustri.
"Jadi ke depan Pusri tidak hanya menjual urea atau NPK melainkan juga jasa yang dibutuhkan konsumen secara total dalam kaitannya dengan pertanian dan argoindustri," kata seusai peluncuran e-Pas di kompleks Pabrik PT Pusri.
Mulyono memaparkan dalam aplikasi e-PAS, konsumen dapat melihat produk-produk yang dihasilkan perseroan dan dapat memilih jasa konsultasi pupuk mana yang tepat untuk tanah maupun tanaman yang dimiliki konsumen.
"Konsumen punya tanah namun dia belum punya pupuk, melalui e-PAS kami akan bantu konsultasi nanti petugas kami mendatangi lokasi konsumen untuk mengambil sampel tanah yang selanjutnya akan dibawa ke balai penelitian," kata dia.
Ia memaparkan pihaknya menjalin kerja sama dengan balai penelitian tanaman sesuai komoditas yang akan ditanam konsumen, baik itu tanaman pangan, perkebunan maupun hortikultura.
Mulyono menambahkan order pembelian produk e-PAS dapat dilakukan secara online sehingga menjamin layanan dapat diberikan lebih transparan, lebih cepat dan efisien.
"Sistem e-PAS ini merupakan platform bisnis baru Pusri dalam era revolusi industri 4.0, ini upaya kami untuk menghadapi era baru tersebut," kata dia.
Direktur Utama PT Pusri Palembang, Mulyono Prawiro di Palembang, Senin, mengatakan pihaknya membuat Pusri Agribusiness Solution (e-PAS) sebagai solusi bagi permasalahan pertanian dan agroindustri.
"Jadi ke depan Pusri tidak hanya menjual urea atau NPK melainkan juga jasa yang dibutuhkan konsumen secara total dalam kaitannya dengan pertanian dan argoindustri," kata seusai peluncuran e-Pas di kompleks Pabrik PT Pusri.
Mulyono memaparkan dalam aplikasi e-PAS, konsumen dapat melihat produk-produk yang dihasilkan perseroan dan dapat memilih jasa konsultasi pupuk mana yang tepat untuk tanah maupun tanaman yang dimiliki konsumen.
"Konsumen punya tanah namun dia belum punya pupuk, melalui e-PAS kami akan bantu konsultasi nanti petugas kami mendatangi lokasi konsumen untuk mengambil sampel tanah yang selanjutnya akan dibawa ke balai penelitian," kata dia.
Ia memaparkan pihaknya menjalin kerja sama dengan balai penelitian tanaman sesuai komoditas yang akan ditanam konsumen, baik itu tanaman pangan, perkebunan maupun hortikultura.
Mulyono menambahkan order pembelian produk e-PAS dapat dilakukan secara online sehingga menjamin layanan dapat diberikan lebih transparan, lebih cepat dan efisien.
"Sistem e-PAS ini merupakan platform bisnis baru Pusri dalam era revolusi industri 4.0, ini upaya kami untuk menghadapi era baru tersebut," kata dia.
Pewarta : Dolly Rosana
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Penguatan tusi pemasyarakatan, Kadiv Pas Kemenkumham Sumsel sampaikan poin penting
27 September 2024 23:39 WIB, 2024
Bawaslu Sumsel ingatkan tokoh politik tak pasang baliho rusak estetika
07 August 2024 6:30 WIB, 2024
MUI berharap penggunaan istilah dan simbol agama harus pada tempat yang pas
26 March 2024 11:13 WIB, 2024
Menko Marves akui pendekatan penanganan konflik Rempang kurang pas
19 September 2023 12:21 WIB, 2023
Pertamax series jadi andalan, Pertamina imbau penggunaan uang pas dan cashless saat isi BBM
23 April 2023 14:16 WIB, 2023
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
PEP Prabumulih tingkatkan produksi migas Sumur PBM-025 melalui 'well service'
11 February 2026 14:36 WIB
Produksi migas meningkat, Pertamina EP Zona 4 jaga kinerja keuangan tetap solid
11 February 2026 10:26 WIB
KAI Palembang catat 29.253 tiket Lebaran 2026 terjual, 50 persen dari kapasitas
10 February 2026 19:44 WIB
Kejati Sumsel tetapkan tiga tersangka kasus korupsi distribusi semen Rp74,3 miliar
10 February 2026 1:04 WIB