Warga temukan bangkai orangutan penuh luka
Rabu, 4 Juli 2018 8:53 WIB
Arsip- Penemuan orangutan yang luka parah. (ANTARA/KILAS BALIK/Jessica Helena Wuysang)
Pangkalan Bun (ANTARA News Sumsel) - Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah membenarkan adanya temuan satu bangkai orangutan yang mengapung di sekitar kanal PT Wana Sawit Subur Lestari II atau sekitar 7,8 kilometer dari Taman Nasional Tanjung Puting, Kabupaten Seruyan.
Bangkai orangutan itu ditemukan pertama kali oleh Resianto yang merupakan karyawan PT Wana Sawit Subur Lestari (WSSL) II dan kemudian dilaporkan kepada petugas Resort Telaga Pulang SPTN I Pembuang Hulu Balai TN Tanjung Puting, kata Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Pangkalan Bun Kantor BKSDA Kalteng Agung Widodo, saat dikonfirmasi di Pangkalan Bun, Selasa.
"Penerima informasi terkait temuan bangkai orangutan itu saudara Dodi Kurniawan, petugas Resort Telaga Pulang SPTN I Pembuang Hulu Balai TN Tanjung Puting. Kalau penemuannya itu, Minggu (1/7) sekitar pukul 16.00 WIB," kata Agung.
Seorang staf OFI Cabang Pangkalan Bun, Fajar Dewanto saat ditemui menyebut bahwa bangkai Orangutan yang ditemukan tersebut bukan orangutan liar. Orangutan tersebut bernama Baen berjenis kelamin jantan berusia kurang lebih 20 tahun.
"Baen adalah orangutan yang pernah OFI translokasi pada tanggal 23 September 2014 dari PT WSSL 2 blok R 31-32. Di translokasi ke Camp Seluang Mas," kata Fajar.
Sementara itu hasil nekropsi dari dokter hewan Orangutan Care Center dan Quarantine Pangkalan Bun, drh Ketut Prasojo menyatakan bahwa bangkai orangutan tersebut ditemukan dengan kondisi jempol tangan kanan hilang, luka terbuka di jari telunjuk tangan kanan, tangan kiri, telapak kaki kiri dan telunjuk kaki kiri.
Dia mengatakan ada bekas ikatan di pergelangan kaki kanan, luka terbuka di telapak kaki kanan, punggung tangan kanan, pinggang dan tubuh bagian kiri, punggung kiri, lengan kiri, betis kiri, luka dan tusukan di punggung kanan.
"Hasil x-ray juga ditemukan peluru senapan angin di pinggang kiri 2, di jari tengah kaki kiri 1, di daerah kepala 2, di lengan kanan 2, ditemukan juga bekas patah tulang lengan kanan yang sudah menyambung. Dimungkinkan kematian orangutan disebabkan oleh tindak kekerasan," kata Ketut.
Bangkai orangutan itu ditemukan pertama kali oleh Resianto yang merupakan karyawan PT Wana Sawit Subur Lestari (WSSL) II dan kemudian dilaporkan kepada petugas Resort Telaga Pulang SPTN I Pembuang Hulu Balai TN Tanjung Puting, kata Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Pangkalan Bun Kantor BKSDA Kalteng Agung Widodo, saat dikonfirmasi di Pangkalan Bun, Selasa.
"Penerima informasi terkait temuan bangkai orangutan itu saudara Dodi Kurniawan, petugas Resort Telaga Pulang SPTN I Pembuang Hulu Balai TN Tanjung Puting. Kalau penemuannya itu, Minggu (1/7) sekitar pukul 16.00 WIB," kata Agung.
Seorang staf OFI Cabang Pangkalan Bun, Fajar Dewanto saat ditemui menyebut bahwa bangkai Orangutan yang ditemukan tersebut bukan orangutan liar. Orangutan tersebut bernama Baen berjenis kelamin jantan berusia kurang lebih 20 tahun.
"Baen adalah orangutan yang pernah OFI translokasi pada tanggal 23 September 2014 dari PT WSSL 2 blok R 31-32. Di translokasi ke Camp Seluang Mas," kata Fajar.
Sementara itu hasil nekropsi dari dokter hewan Orangutan Care Center dan Quarantine Pangkalan Bun, drh Ketut Prasojo menyatakan bahwa bangkai orangutan tersebut ditemukan dengan kondisi jempol tangan kanan hilang, luka terbuka di jari telunjuk tangan kanan, tangan kiri, telapak kaki kiri dan telunjuk kaki kiri.
Dia mengatakan ada bekas ikatan di pergelangan kaki kanan, luka terbuka di telapak kaki kanan, punggung tangan kanan, pinggang dan tubuh bagian kiri, punggung kiri, lengan kiri, betis kiri, luka dan tusukan di punggung kanan.
"Hasil x-ray juga ditemukan peluru senapan angin di pinggang kiri 2, di jari tengah kaki kiri 1, di daerah kepala 2, di lengan kanan 2, ditemukan juga bekas patah tulang lengan kanan yang sudah menyambung. Dimungkinkan kematian orangutan disebabkan oleh tindak kekerasan," kata Ketut.
Pewarta : Jaya Wirawana Manurung
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BBKSDA melepasliarkan satu orang utan di Suaka Margasatwa Siranggas
30 December 2023 16:06 WIB, 2023
Orang utan untuk pertama kali terekam kamera di Cagar Alam Pararawen
20 January 2023 11:07 WIB, 2023
Warga selamatkan bayi orang utan tapanuli saat sendirian ditinggal induk
29 September 2022 17:35 WIB, 2022
Menteri KLHK sebut hanya Leuser di dunia yang miliki empat satwa hebat
15 September 2022 9:37 WIB, 2022
Terpopuler - Warta Bumi
Lihat Juga
APKI dukung pasar karbon kehutanan untuk perkuat daya saing industri hijau indonesia
13 May 2026 12:36 WIB
Pertamina Patra Niaga dan masyarakat Sungsang IV Banyuasin kembangkan ekowisata mangrove
04 May 2026 21:27 WIB