Produksi santan meningkat di awal ramadhan
Jumat, 18 Mei 2018 11:31 WIB
Produksi santan kelapa meningkat pada awal bulan Ramadhan, seperti terlihat di kawasan Pasar 26 Ilir Palembang. (ANTARA News Sumsel/Aziz Munajar/Erwin Matondang/18)
Palembang (ANTARA news Sumsel) - Produksi santan kelapa meningkat pada awal bulan Ramadhan, seperti pantauan antarasumsel.com di salah satu produsen santan kawasan Pasar 26 Ilir Kota Palembang.
"Awal-awal bulan puasa ini kami memproduksi lebih banyak dari hari biasa karena tingkat permintaan masyarakat juga naik," kata salah satu produsen santan kelapa Insar, Jumat.
Menurutnya di luar bulan puasa pabriknya biasa menggiling 1.000 buah kelapa yang diperoleh dari kawasan Tanjung Api-Api untuk menghasilkan 300 - 400 kilogram santan kelapa. Ribuan buah kelapa untuk bahan pembuatan santan disiapkan setiap hari selama Ramadhan (ANTARA News Sumsel/Aziz Munajar/Erwin Matondang/18)
Saat bulan puasa ia langsung menambah stok pasokan dengan menggiling 1.500 buah kelapa yang menghasilkan 500 kilogram lebih santan kelapa murni dengan harga Rp17.000 perkilogram.
Meningkatnya permintaan masyarakat yang gemar membuat olahan buka puasa berbahan santan kelapa tersebut menorehkan laba bersih yang diperolehnya turut naik dari 3 juta rupiah menjadi 4 juta rupiah.
"Kalau sudah mulai masuk tengah bulan puasa pasti meningkat lagi dan puncaknya satu minggu terakhir bulan Ramadhan, wah itu bisa sampai 3 kali lipat untungnya," lanjut Insar. Penjual santan melayani pembelian warga dalam jumlah besar untuk pembuatan makanan dan minuman selama Ramadhan (ANTARA News Sumsel/Aziz Munajar/Erwin Matondang/18)
Meskipun pembeli dari kalangan masyarakat meningkat, ia mengakui pembeli dari langganannya seperti rumah makan dan restoran justru menurun karena banyak tidak beroperasi.
Selain itu jam operasional turut diubahnya yang di luar Ramadhan buka sejak subuh hingga sore menjadi dari pukul 03.00 - 12.00 WIB saat bulan Ramadhan.
Sementara salah satu pembeli Nyayu Kurnia mengatakan lebih memilih santan murni dari pada santan kemasan bermerek untuk menu olahan berbuka puasa.
"Lebih enak pakai santan murni asli langsung dari pabrik karena membuat makanan lebih enak dan tidak ada bahan pengawet," tambah Nyayu.
"Awal-awal bulan puasa ini kami memproduksi lebih banyak dari hari biasa karena tingkat permintaan masyarakat juga naik," kata salah satu produsen santan kelapa Insar, Jumat.
Menurutnya di luar bulan puasa pabriknya biasa menggiling 1.000 buah kelapa yang diperoleh dari kawasan Tanjung Api-Api untuk menghasilkan 300 - 400 kilogram santan kelapa. Ribuan buah kelapa untuk bahan pembuatan santan disiapkan setiap hari selama Ramadhan (ANTARA News Sumsel/Aziz Munajar/Erwin Matondang/18)
Saat bulan puasa ia langsung menambah stok pasokan dengan menggiling 1.500 buah kelapa yang menghasilkan 500 kilogram lebih santan kelapa murni dengan harga Rp17.000 perkilogram.
Meningkatnya permintaan masyarakat yang gemar membuat olahan buka puasa berbahan santan kelapa tersebut menorehkan laba bersih yang diperolehnya turut naik dari 3 juta rupiah menjadi 4 juta rupiah.
"Kalau sudah mulai masuk tengah bulan puasa pasti meningkat lagi dan puncaknya satu minggu terakhir bulan Ramadhan, wah itu bisa sampai 3 kali lipat untungnya," lanjut Insar. Penjual santan melayani pembelian warga dalam jumlah besar untuk pembuatan makanan dan minuman selama Ramadhan (ANTARA News Sumsel/Aziz Munajar/Erwin Matondang/18)
Meskipun pembeli dari kalangan masyarakat meningkat, ia mengakui pembeli dari langganannya seperti rumah makan dan restoran justru menurun karena banyak tidak beroperasi.
Selain itu jam operasional turut diubahnya yang di luar Ramadhan buka sejak subuh hingga sore menjadi dari pukul 03.00 - 12.00 WIB saat bulan Ramadhan.
Sementara salah satu pembeli Nyayu Kurnia mengatakan lebih memilih santan murni dari pada santan kemasan bermerek untuk menu olahan berbuka puasa.
"Lebih enak pakai santan murni asli langsung dari pabrik karena membuat makanan lebih enak dan tidak ada bahan pengawet," tambah Nyayu.
Pewarta : Aziz Munajar
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Inovasi terobosan benih perkuat ketahanan iklim di sektor kelapa sawit Indonesia
17 November 2025 16:24 WIB
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB
Gapki: Tanaman kelapa sawit di Sumsel butuh peremajaan untuk tingkatkan produksi
21 March 2025 11:00 WIB