BPS: jumlah pengangguran 6,87 juta orang
Senin, 7 Mei 2018 18:26 WIB
BPS (ANTARA)
Jakarta (ANTARA News Sumsel) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran pada Februari 2018 mencapai 6,87 juta orang atau menurun 140.000 dibandingkan periode sama 2017 sebesar 7,01 juta orang.
"Dalam setahun terakhir, pengangguran berkurang 140.000 orang, sejalan dengan tingkat pengangguran terbuka yang turun menjadi 5,13 persen pada Februari 2018," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam jumpa pers di Jakarta, Senin.
Suhariyanto menambahkan tingkat pengangguran terbuka di daerah perkotaan dalam periode ini tercatat lebih tinggi dibandingkan perdesaan yaitu masing-masing sebesar 6,34 persen dan 3,72 persen.
"Dibandingkan setahun lalu, tingkat pengangguran di perkotaan dan perdesaan mengalami penurunan masing-masing sebesar 0,16 persen dan 0,28 persen," ujarnya.
Sementara itu, berdasarkan tingkat pendidikan, tingkat pengangguran terbuka untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tercatat paling tinggi yaitu mencapai 8,92 persen diikuti pendidikan Diploma I/II/II sebesar 7,92 persen.
"Dengan demikian, terdapat penawaran tenaga kerja yang tidak terserap, terutama pada tingkat pendidikan SMK dan Diploma," kata Suhariyanto.
Ia juga mengatakan tenaga kerja dengan pendidikan rendah cenderung mau menerima pekerjaan yang ditawarkan, yang terlihat dari tingkat pengangguran terbuka untuk lulusan Sekolah Dasar (SD) hanya sebesar 2,67 persen.
Sedangkan, tingkat pengangguran terbuka untuk lulusan SMP tercatat mencapai 5,18 persen, SMA 7,19 persen dan Universitas 6,31 persen dalam periode Februari 2018.
"Dibandingkan kondisi setahun lalu, peningkatan tingkat pengangguran terbuka tidak hanya terjadi pada tingkat pendidikan Diploma, namun juga Universitas dan SMA," ujar Kepala BPS.
"Dalam setahun terakhir, pengangguran berkurang 140.000 orang, sejalan dengan tingkat pengangguran terbuka yang turun menjadi 5,13 persen pada Februari 2018," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam jumpa pers di Jakarta, Senin.
Suhariyanto menambahkan tingkat pengangguran terbuka di daerah perkotaan dalam periode ini tercatat lebih tinggi dibandingkan perdesaan yaitu masing-masing sebesar 6,34 persen dan 3,72 persen.
"Dibandingkan setahun lalu, tingkat pengangguran di perkotaan dan perdesaan mengalami penurunan masing-masing sebesar 0,16 persen dan 0,28 persen," ujarnya.
Sementara itu, berdasarkan tingkat pendidikan, tingkat pengangguran terbuka untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tercatat paling tinggi yaitu mencapai 8,92 persen diikuti pendidikan Diploma I/II/II sebesar 7,92 persen.
"Dengan demikian, terdapat penawaran tenaga kerja yang tidak terserap, terutama pada tingkat pendidikan SMK dan Diploma," kata Suhariyanto.
Ia juga mengatakan tenaga kerja dengan pendidikan rendah cenderung mau menerima pekerjaan yang ditawarkan, yang terlihat dari tingkat pengangguran terbuka untuk lulusan Sekolah Dasar (SD) hanya sebesar 2,67 persen.
Sedangkan, tingkat pengangguran terbuka untuk lulusan SMP tercatat mencapai 5,18 persen, SMA 7,19 persen dan Universitas 6,31 persen dalam periode Februari 2018.
"Dibandingkan kondisi setahun lalu, peningkatan tingkat pengangguran terbuka tidak hanya terjadi pada tingkat pendidikan Diploma, namun juga Universitas dan SMA," ujar Kepala BPS.
Pewarta : Satyagraha
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Industrialisasi dan rumah murah jadi jurus Presiden Prabowo atasi pengangguran
08 February 2026 9:51 WIB
Film Korea No Other Choice, angkat isu relevan dengan kehidupan masyarakat Indonesia
29 September 2025 8:46 WIB
Dalam 100 hari kerja, Ratu Dewa sebut angka pengangguran di Palembang turun lima persen
02 June 2025 16:17 WIB
Terpopuler - Lipsus
Lihat Juga
Gelamai dan Lepat Binti, penganan khas Bengkulu diminati pasar Malaysia dan Singapura
31 October 2022 21:22 WIB, 2022