Kain jumputan khas Palembang makin diminati di luar daerah
Jumat, 17 November 2017 18:07 WIB
Salah seorang karyawan jumputan merapikan barang dagangan (ANTARA Sumsel/Susilawati/Ang/17)
Palembang (ANTARA Sumsel) - "Kain jumputan" khas Palembang semakin diminati warga luar daerah yang datang ke Palembang untuk berbagai tujuan.
Pengrajin kain jumputan Palembang Wiyah Mulyadi Collection, Wiyah di Palembang, Jumat mengakui pembeli kain jumputan banyak juga yang datang dari luar Palembang.
Menurut dia, kebanyakan mereka itu datang langsung ke lokasi untuk membeli dan adapula yang memesan.
Selain bahannya nyaman saat digunakan ketika dipakai, tentunya corak, motif dan desain kain juga menjadi pilihan bagi pembeli, ujarnya.
Ia mengatakan, mereka yang membeli kain jumputan itu dari berbagai kalangan termasuk juga para ibu-ibu pejabat juga menyukainya.
Sementara untuk harganya mulai yang paling rendah Rp100 ribu sampai Rp1,5 juta untuk jumputan tipe tenun ikat warna alam campuran blongsong, tuturnya.
"Kalau untuk pemasaran kain jumputan itu sampai sekarang ini lancar, karena pembelinya ada yang datang langsung dan kita juga melayani pesanan untuk mengisi butik-butik," katanya.
Ia menyampaikan, rata-rata dalam satu bulan itu bisa mencapai 1.000 potong lebih yang terjual, jadi kalau pemasaran sejauh ini tidak ada masalah, karena peminatnya cukup banyak.
Untuk bahan putihnya juga mudah diperoleh, karena sudah ada pemasok di Palembang sehingga tinggal membelinya saja di sana. Bahan putih itu berasal dari Tiongkok dan Singapura.
"Jadi, bahan putihnya kita beli, kemudian untuk mengambarnya menurut pola, motif dan perwarnaan dilakukan di sini," katanya.
Berdasarkan pantauan kain jumputan tersebut ada yang dibuat baju, kemudian celana, jilbab dan aksesoris lainnya seperti kalung.
Pengrajin kain jumputan Palembang Wiyah Mulyadi Collection, Wiyah di Palembang, Jumat mengakui pembeli kain jumputan banyak juga yang datang dari luar Palembang.
Menurut dia, kebanyakan mereka itu datang langsung ke lokasi untuk membeli dan adapula yang memesan.
Selain bahannya nyaman saat digunakan ketika dipakai, tentunya corak, motif dan desain kain juga menjadi pilihan bagi pembeli, ujarnya.
Ia mengatakan, mereka yang membeli kain jumputan itu dari berbagai kalangan termasuk juga para ibu-ibu pejabat juga menyukainya.
Sementara untuk harganya mulai yang paling rendah Rp100 ribu sampai Rp1,5 juta untuk jumputan tipe tenun ikat warna alam campuran blongsong, tuturnya.
"Kalau untuk pemasaran kain jumputan itu sampai sekarang ini lancar, karena pembelinya ada yang datang langsung dan kita juga melayani pesanan untuk mengisi butik-butik," katanya.
Ia menyampaikan, rata-rata dalam satu bulan itu bisa mencapai 1.000 potong lebih yang terjual, jadi kalau pemasaran sejauh ini tidak ada masalah, karena peminatnya cukup banyak.
Untuk bahan putihnya juga mudah diperoleh, karena sudah ada pemasok di Palembang sehingga tinggal membelinya saja di sana. Bahan putih itu berasal dari Tiongkok dan Singapura.
"Jadi, bahan putihnya kita beli, kemudian untuk mengambarnya menurut pola, motif dan perwarnaan dilakukan di sini," katanya.
Berdasarkan pantauan kain jumputan tersebut ada yang dibuat baju, kemudian celana, jilbab dan aksesoris lainnya seperti kalung.
Pewarta : Susilawati
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kemenkumham Sumsel pamerkan kekayaan intelektual di ajang "Merek Festival"
25 October 2023 1:00 WIB, 2023
Napi Lapas Perempuan Palembang dibekali keterampilan bikin kain jumputan
21 May 2023 17:48 WIB, 2023
Dewan Kesenian Palembang berikan pelatihan membuat kain khas jumputan
25 August 2022 17:09 WIB, 2022
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB
Gapki: Tanaman kelapa sawit di Sumsel butuh peremajaan untuk tingkatkan produksi
21 March 2025 11:00 WIB