Sumsel seleksi atlet PON melalui ajang Porprov
Selasa, 7 Maret 2017 16:09 WIB
Dheni Zaenal (Antarasumsel.com)
Palembang (Antarasumsel.com) - KONI Provinsi Sumatera Selatan akan menyeleksi atlet untuk mengikuti pelatihan jangka panjang persiapan Pekan Olahraga Nasional XX/2020 pada ajang Pekan Olahraga Provinsi pada November 2017.
Wakil Ketua I KONI Sumsel Dheni Zainal di Palembang, Selasa, mengatakan, Porprov dipandang sebagai ajang yang cukup representatif untuk mendapatkan atlet berbakat dan berpotensi, sehingga KONI berencana menjadikannya sebagai ajang seleksi.
"Rencananya ada 300 atlet yang akan diambil dari total 1.000 orang peraih medali," kata dia.
Ia mengatakan, KONI Sumsel bersiap sejak jauh-jauh hari untuk persiapan PON Papua berkaca dari kegagalan pada PON Jawa Barat yang gagal mencapai target 10 besar.
Pada PON Jabar 2016, Sumsel hanya meraih enam medali emas, 11 perak dan 14 perunggu dari 15 cabang olahraga dan 69 atlet.
"Harga mati, pembinaan tidak bisa instan harus terus menerus dan berkesinambungan. Jika tidak begitu, sulit untuk mencapai prestasi," kata dia.
Akan tetapi, ia menggaris bawahi bahwa pembinaan yang dilakukan ke depan harus lebih tepat sasaran agar atlet-atlet bisa dipastikan menjadi juara.
"Lebih baik sedikit tapi berkualitas, dari pada banyak-banyak tapi jadi konsestan babak kualifikasi. Apalagi PON nanti dipastikan akan menguras biaya akomodasi tinggi, oleh karena itu yang dibawa ke Papua harus benar-benar berkualitas," kata Dheni.
Wakil Ketua I KONI Sumsel Dheni Zainal di Palembang, Selasa, mengatakan, Porprov dipandang sebagai ajang yang cukup representatif untuk mendapatkan atlet berbakat dan berpotensi, sehingga KONI berencana menjadikannya sebagai ajang seleksi.
"Rencananya ada 300 atlet yang akan diambil dari total 1.000 orang peraih medali," kata dia.
Ia mengatakan, KONI Sumsel bersiap sejak jauh-jauh hari untuk persiapan PON Papua berkaca dari kegagalan pada PON Jawa Barat yang gagal mencapai target 10 besar.
Pada PON Jabar 2016, Sumsel hanya meraih enam medali emas, 11 perak dan 14 perunggu dari 15 cabang olahraga dan 69 atlet.
"Harga mati, pembinaan tidak bisa instan harus terus menerus dan berkesinambungan. Jika tidak begitu, sulit untuk mencapai prestasi," kata dia.
Akan tetapi, ia menggaris bawahi bahwa pembinaan yang dilakukan ke depan harus lebih tepat sasaran agar atlet-atlet bisa dipastikan menjadi juara.
"Lebih baik sedikit tapi berkualitas, dari pada banyak-banyak tapi jadi konsestan babak kualifikasi. Apalagi PON nanti dipastikan akan menguras biaya akomodasi tinggi, oleh karena itu yang dibawa ke Papua harus benar-benar berkualitas," kata Dheni.
Pewarta : Dolly Rosana
Editor : Ujang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polisi tetapkan tersangka kasus penipuan terhadap artis Bunga Zainal
06 February 2025 16:58 WIB, 2025
Terjerat kasus suap kehutanan dan proyek PON Riau, mantan Gubernur Rusli Zainal bebas dari Lapas
21 July 2022 11:19 WIB, 2022