Tangkapan ikan baubau 100 ton perbulan
Rabu, 28 September 2016 0:56 WIB
Dinas Kelautan dan Perikanan Sumsel imbau nelayan jaga mutu hasil tangkapan ikan (Oleh Evan Ervani)
Baubau (ANTARA Sumsel) - Hasil tangkapan ikan nelayan di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), dalam dua tahun terakhir mencapai sekitar 100 ton per bulan atau sekitar 12.00 ton per tahun.
"Hasil tangkapan ikan tahun 2014 mencapai sekitar 13.000 ton dan tahun 2015 turun dengan mencapai 11.000 ton. Sedangkan tahun 2016 belum kita rangkum, namun diperkirakan hampir sama dengan tahun sebelumnya atau dirata-ratakan sekitar 100 ton per bulan," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Baubau Amiruddin di Baubau, Selasa.
Ia mengatakan, masa puncak panen tangkapan ikan bagi nelayan terjadi antara bulan September hingga Desember.
"Seperti Sekarang ini kita kewalahan untuk menampung ikan itu. Bahkan baru-baru ini terpaksa sebagian hasil tangkapan nelayan dibuang karena daya tampung dan kekurangan es di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Wameo," ujarnya.
Ia mengatakan, daya tampung atau gudang TPI Wameo hanya bisa menampung sebanyak 2,5 - 3 ton, dan dalam kurun waktu sampai delapan jam saja bertahan, dan setelah tiba di tempat pembekuan (coolstori) mencapai 2,5-3 ton.
"Tidak ada jalan selain untuk diremajakan atau dilakukan peningkatan daya tampung yang lebih besar. Oleh karena itu, di tahun 2017 kita memprogramakan untuk coolstori satu unit bisa menampung hingga 100 ton," ujar Amiruddin yang baru dilantik melalui hasil lelang jabatan di lingkup Pemkot Baubau itu.
Amiruddin menyatakan optimistis bisa menggenjot hasil tangkapan nelayan mencapai dua hingga tiga kali lipat, apabila didukung dengan peralatan yang lebih.
Dia mengatakan, hasil tangkapan nelayan itu umumnya jenis ikan cakalang, tuna, dan ikan tongkol, serta ikan campuran.
"Hasil tangkapan nelayan ini, selain dikonsumsi masyarakat Baubau, juga produski ikan ini dipasarkan hingga luar Kota Baubau seperti Makassar (Sulawesi Selatan), Surabaya (Jawa Timur) dan Jakarta," ungkapnya.
Bahkan, lanjut dia, selain daerah itu,ikan tersebut juga dipasarkan hingga ke daerah Papua, yang tergantung pada permintaan dari daerah itu karena para pengusaha ikan di Baubau juga mempunyai jaringan sampai ke daerah-daerah lain.
"Hasil tangkapan ikan tahun 2014 mencapai sekitar 13.000 ton dan tahun 2015 turun dengan mencapai 11.000 ton. Sedangkan tahun 2016 belum kita rangkum, namun diperkirakan hampir sama dengan tahun sebelumnya atau dirata-ratakan sekitar 100 ton per bulan," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Baubau Amiruddin di Baubau, Selasa.
Ia mengatakan, masa puncak panen tangkapan ikan bagi nelayan terjadi antara bulan September hingga Desember.
"Seperti Sekarang ini kita kewalahan untuk menampung ikan itu. Bahkan baru-baru ini terpaksa sebagian hasil tangkapan nelayan dibuang karena daya tampung dan kekurangan es di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Wameo," ujarnya.
Ia mengatakan, daya tampung atau gudang TPI Wameo hanya bisa menampung sebanyak 2,5 - 3 ton, dan dalam kurun waktu sampai delapan jam saja bertahan, dan setelah tiba di tempat pembekuan (coolstori) mencapai 2,5-3 ton.
"Tidak ada jalan selain untuk diremajakan atau dilakukan peningkatan daya tampung yang lebih besar. Oleh karena itu, di tahun 2017 kita memprogramakan untuk coolstori satu unit bisa menampung hingga 100 ton," ujar Amiruddin yang baru dilantik melalui hasil lelang jabatan di lingkup Pemkot Baubau itu.
Amiruddin menyatakan optimistis bisa menggenjot hasil tangkapan nelayan mencapai dua hingga tiga kali lipat, apabila didukung dengan peralatan yang lebih.
Dia mengatakan, hasil tangkapan nelayan itu umumnya jenis ikan cakalang, tuna, dan ikan tongkol, serta ikan campuran.
"Hasil tangkapan nelayan ini, selain dikonsumsi masyarakat Baubau, juga produski ikan ini dipasarkan hingga luar Kota Baubau seperti Makassar (Sulawesi Selatan), Surabaya (Jawa Timur) dan Jakarta," ungkapnya.
Bahkan, lanjut dia, selain daerah itu,ikan tersebut juga dipasarkan hingga ke daerah Papua, yang tergantung pada permintaan dari daerah itu karena para pengusaha ikan di Baubau juga mempunyai jaringan sampai ke daerah-daerah lain.
Pewarta : La Ode Masrafi
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Nelayan Bintan Kepri keluhkan hasil tangkapan berkurang imbas kapal cantrang
23 August 2022 11:12 WIB, 2022
Nelayan Sumsel sebut cuaca kini makin ekstrem, masa tak melaut lebih lama
12 January 2022 14:53 WIB, 2022
Nahkoda kapal nelayan mengakui iseng saat mengambil video lumba-lumba "tangkapan"
12 January 2022 6:06 WIB, 2022
Produksi ikan tangkapan nelayan Sungailiat Babel capai 283 ton per Agustus 2021
21 August 2021 13:20 WIB, 2021
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB
Gapki: Tanaman kelapa sawit di Sumsel butuh peremajaan untuk tingkatkan produksi
21 March 2025 11:00 WIB