Palembang (ANTARA Sumsel) - Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Sumatera Selatan tahun 2016 diperkirakan bakal mengalami difisit sekitar Rp200 miliar lebih.

Hal itu, disampaikan oleh Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan Mukti Sulaiman di Palembang, Senin, menyusul adanya pemotongan anggaran dari APBN.

Menurut dia, pihaknya akan rapat membahas itu, terkait adanya pemotongan anggaran dari pusat, namun begitu belum tahu anggaran apa saja yang dipotong.

Ia memperkirakan, anggaran Sumsel akan terpangkas dan berdampak pada defisit.

"Perkiraan sementara ini, bisa defisit sekitar Rp200 miliar, tetapi bisa lebih dari itu, makanya sekarang kita hitung dan dari sini saya akan koordinasi dengan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah serta Bappeda untuk menghitungnya," katanya.

Ia berharap, nantinya ada beberapa program yang tidak terkena dampak, seperti perbaikan jalan yang masuk dalam program tahun jamak dan beberapa skala prioritas lainnya.

Sementara Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional DPRD Sumatera Selatan, Joncik Muhammad mengatakan, hal ini akan berdampak pada pembangunan, tetapi diharapkan program prioritas tidak terkena dampaknya.

Adapun program yang dimaksud seperti kesehatan, pendidikan termasuk penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.

Apalagi sekarang ini, lanjutnya titik api sudah menyebar di beberapa daerah dan bila anggarannya diganggu bisa menyebabkan penanggulangan terhambat pula.

"Tadinya, anggaran yang ada dinilai cukup, tetapi dengan adanya titik api pada Agustus ini maka diperkirakan akan kurang," katanya tanpa merinci besaran anggaran dimaksud.