DPRD Sumsel studi banding ke Batam
Selasa, 5 Agustus 2014 18:13 WIB
Ketua Komisi V DPRD Sumsel MF Ridho (FOTO Antarasumsel.com/Susilawati)
Palembang (ANTARA Sumsel) - Komisi V DPRD Sumatera Selatan melakukan studi banding ke Batam guna melihat potensi pariwisata yang ada di daerah tersebut untuk meningkatkan sektor pariwisata.
"Kita ingin studi banding ke Batam, karena daerah itu salah satu kota tujuan wisata," kata Ketua Komisi V DPRD Sumatera Selatan, MF Ridho di Palembang, Selasa.
Menurut dia, tujuannya supaya pariwisata di Sumsel lebih baik lagi, karena Kepulauan Riau dengan Sumsel hampir sama.
Ia menilai, pariwisata Sumsel belum ada yang menonjol, karena penanganan potensi wisata belum betul-betul lebih fokus.
Anggaran di Dinas Pariwisata untuk pembenahan potensi wisata juga masih minim, tentu hasilnya juga minim, katanya.
Belum lagi ditambah dengan tingkat pengenalan atau promosi wisata di Sumsel masih lemah, bahkan provinsi ini lebih populer wisata kuliner dengan makanan khas Palembang dan wisata religius.
Di Pulau Kemarau cukup besar arus orang berkunjung ke sana, namun fasilitas ke sananya masih kurang, karena itu pemerintah melalui SKPD terkait agar lebih fokus ditunjang dengan anggaran yang besar dan promosi.
Wakil rakyat itu menyatakan, suksesnya pariwisata tidak terlepas dari promosi.
Sebenarnya banyak potensi wisata di Sumsel seperti relegius dan kuliner disamping objek wisata alam yang dimiliki daerah ini, tetapi belum layak untuk dijual, katanya.
Objek wisata di Sumsel antara lain Pulau Kemarau, Danau Ranau, Gunung Dempo, Bukit Siguntang, Goa Putri dan lainnya.
"Kita ingin studi banding ke Batam, karena daerah itu salah satu kota tujuan wisata," kata Ketua Komisi V DPRD Sumatera Selatan, MF Ridho di Palembang, Selasa.
Menurut dia, tujuannya supaya pariwisata di Sumsel lebih baik lagi, karena Kepulauan Riau dengan Sumsel hampir sama.
Ia menilai, pariwisata Sumsel belum ada yang menonjol, karena penanganan potensi wisata belum betul-betul lebih fokus.
Anggaran di Dinas Pariwisata untuk pembenahan potensi wisata juga masih minim, tentu hasilnya juga minim, katanya.
Belum lagi ditambah dengan tingkat pengenalan atau promosi wisata di Sumsel masih lemah, bahkan provinsi ini lebih populer wisata kuliner dengan makanan khas Palembang dan wisata religius.
Di Pulau Kemarau cukup besar arus orang berkunjung ke sana, namun fasilitas ke sananya masih kurang, karena itu pemerintah melalui SKPD terkait agar lebih fokus ditunjang dengan anggaran yang besar dan promosi.
Wakil rakyat itu menyatakan, suksesnya pariwisata tidak terlepas dari promosi.
Sebenarnya banyak potensi wisata di Sumsel seperti relegius dan kuliner disamping objek wisata alam yang dimiliki daerah ini, tetapi belum layak untuk dijual, katanya.
Objek wisata di Sumsel antara lain Pulau Kemarau, Danau Ranau, Gunung Dempo, Bukit Siguntang, Goa Putri dan lainnya.
Pewarta : Oleh Susilawati
Editor : M. Suparni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPK bawa 12 pejabat Pemkab Tulungagung ke Surabaya setelah OTT Bupati Gatut Sunu Wibowo
11 April 2026 8:40 WIB