Logo Header Antaranews Sumsel

Muara Enim perketat patroli di kawasan rawan karhulta

Kamis, 10 September 2026 22:43 WIB
Image Print
Pelaksana Tugas Bupati Muara Enim Sumarni. ANTARA/HO/Diskominfo Muara Enim

Muara Enim (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan memperketat pengawasan melalui patroli di daerah rawan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sedini mungkin.

Pelaksana Tugas Bupati Muara Enim, Sumarni dalam keterangan tertulis yang diterima dari Palembang, Kamis, mengatakan bahwa berdasarkan hasil pemantauan berbasis data Sipongi Kemenhut dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sumsel hingga Sabtu (5/9) tercatat sebanyak 232 titik hotspot.

Tiga wilayah dengan sebaran terbanyak terdeteksi di Kecamatan Gelumbang sebanyak 62 titik, Sungai Rotan 34 titik, dan Kecamatan Lawang Kidul 29 titik, sedangkan sisanya terdapat di beberapa kecamatan lainnya di Kabupaten Muara Enim.

“Meskipun titik panas terdeteksi di sejumlah area, Pemkab Muara Enim memastikan kondisi di lapangan masih relatif terkendali, termasuk indeks kualitas udara masih berada pada level kategori sedang," katanya.

Meskipun demikian, kata dia, pihaknya terus melakukan upaya siaga karhutla dan memperketat monitoring hotspot, termasuk kesiapsiagaan personel di lapangan.

"Kami memperketat tindakan pencegahan dini di seluruh kawasan rawan karhulta," tegasnya.

Langkah operasional yang dioptimalkan meliputi patroli darat secara rutin, pengawasan titik api secara real-time, sosialisasi penanganan karhutla, hingga kesiapan penuh tim pemadam di tingkat kecamatan.

Pemkab Muara Enim menyiagakan sebanyak 100 personel dari BPBD beserta 20 unit motor pemadam, 25 unit mesin pompa, 25 unit tandon air, dan 200 rol selang untuk patroli serta penanganan cepat.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga lingkungan dan tidak membuka lahan dengan cara bakar karena dapat memicu karhutla.

"Masyarakat juga diimbau untuk segera melapor ke perangkat desa atau pihak terkait jika menemukan adanya titik api di wilayah masing-masing," ujarnya.



Pewarta:
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026