
Paguyuban Sinar Mas dan Ponpes Aulia Cendekia gelar doa minta hujan

Palembang (ANTARA) - Paguyuban Sinar Mas Sumatera Selatan bersama Pondok Pesantren (Ponpes) Aulia Cendekia menggelar doa bersama memohon hujan sebagai ikhtiar menghadapi kondisi kemarau dan meningkatnya kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan.
Doa bersama tersebut dipusatkan di Masjid Kampus C Ponpes Aulia Cendekia, Palembang, Selasa (8/9), dan diikuti unsur pemerintah, dunia usaha, pengajar, serta para santri.
Ketua Paguyuban Sinar Mas Sumsel H. M. Iwan Setiawan mengatakan doa bersama tersebut merupakan bagian dari ikhtiar menghadapi kondisi kemarau yang meningkatkan potensi karhutla serta dampaknya terhadap masyarakat.
"Karhutla merupakan tantangan bersama yang tidak dapat dihadapi oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi pemerintah, Satgas Karhutla, dunia usaha, dan masyarakat untuk memperkuat pencegahan maupun penanganan di lapangan," katanya.
Menurut Iwan, upaya spiritual perlu berjalan beriringan dengan langkah nyata dalam mencegah dan menangani kebakaran hutan dan lahan.
Ia mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan, termasuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran.
"Di tengah berbagai upaya yang terus dilakukan, kita bermunajat memohon kepada Allah SWT agar segera diturunkan hujan yang membawa keberkahan dan keselamatan bagi masyarakat," ujarnya.
Selain doa bersama, kata dia, Paguyuban Sinar Mas Sumsel turut mendukung upaya penanganan karhutla bersama Satgas Karhutla yang melibatkan TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni Kementerian Kehutanan, serta mitra pemasok APP Group di Sumatera Selatan.
Sementara itu, Pimpinan Ponpes Aulia Cendekia KH. M. Hendra Zainuddin Al Qodiri mengatakan doa bersama menjadi bagian dari upaya spiritual untuk memohon pertolongan dan keberkahan Allah SWT di tengah kondisi kemarau.
"Kita berkumpul di sini untuk bermunajat dan memohon kepada Allah SWT agar Sumsel diberikan hujan yang membawa rahmat," katanya.
Ia juga mengajak masyarakat menjaga lingkungan dan menghindari berbagai aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kepedulian dan kebersamaan berbagai pihak dalam menghadapi kemarau, mencegah karhutla, serta mengurangi dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat di Sumatera Selatan.
Pewarta: Ahmad Rafli Baiduri
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
