PMI OKU kesulitan darah AB
Minggu, 20 Oktober 2013 16:49 WIB
Petugas Unit Donor Darah (FOTO antarasumsel.com/Feny/12)
Baturaja (ANTARA Sumsel) - Palang Merah Indonesia Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan sekarang kesulitan memenuhi permintaan masyarakat terhadap darah golongan AB, karena dari 120 pendonor sukarela di daerah itu, ternyata hanya tujuh orang yang bergolongan darah AB.
"Golongan darah AB cukup langka, sehingga kami kesulitan memenuhi permintaan warga terhadap darah golongan tersebut. Dari 120 orang pendonor sukarela, hanya tujuh orang saja yang berdarah AB." kata Sekretaris PMI Ogan Komering Ulu (OKU), Yunizir Djakfar, Minggu.
Menurut dia, darah golongan paling umum yakni A,B dan O. Hingga saat ini, kata dia, PMI terus meningkatkan pasokan darah ke bank darah di RSUD Dr Ibnu Soetowo Baturaja, satu-satunya rumah sakit yang memiliki bank darah di daerah itu.
"Untuk darah AB, dari 100 persen darah yang beredar paling tinggi 15 persen saja untuk darah AB, dan selebihnya terbagi untuk tiga jenis darah A,B, dan O," jelasnya.
Dia menyebutkan, kebutuhan darah di Kabupaten OKU, mencapai 20-30 kantong per hari, sementara, PMI sendiri mampu memenuhi jauh dari itu sehingga diupayakan bagi keluarga pasien yang butuh darah mencari orang bersedia mendonorkan darahnya.
"Memang kendala kita minimnya relawan yang mau mendonorkan darah sehingga sulit untuk memiliki pasokan sebagaimana yang dibutuhkan," ucapnya.
Namun demikian, kata dia, untuk mempermudah distribusi, PMI selalu berkoordinasi dengan pihak RSUD agar masyarakat yang butuh bisa langsung menghubungi ke sana (bank darah-red).
Sementara, biaya penggantian kantong darah dan biaya lainnya seperti scraning dan cek HIV dikenakan Rp175.000 satu kos atau perkantong," katanya.
Sumarno staf PMI OKU, menambahkan, untuk bisa memenuhi kebutuhan masyarakat, maka PMI mencari para relawan atau pendonor tetap dengan ideal minimal empat persen dari jumlah penduduk.
"Sementara jumlah relawan saat ini jauh sekali dari yang diharapkan. Dari kurang lebih 360.000 jumlah penduduk, hanya 120 orang saja menjadi pendonor sukarela kita atau 0,03 persen saja. Jadi, jauh sekali dari kata ideal," kata Sumarno.
Dia juga menyampaikan, pasokan biasa didapat jika ada momen-momen tertentu seperti HUT instansi pemerintahan, perusahaan swasta dan organisasi yang ada di OKU mengadakan donor darah massal.(E Permana)
"Golongan darah AB cukup langka, sehingga kami kesulitan memenuhi permintaan warga terhadap darah golongan tersebut. Dari 120 orang pendonor sukarela, hanya tujuh orang saja yang berdarah AB." kata Sekretaris PMI Ogan Komering Ulu (OKU), Yunizir Djakfar, Minggu.
Menurut dia, darah golongan paling umum yakni A,B dan O. Hingga saat ini, kata dia, PMI terus meningkatkan pasokan darah ke bank darah di RSUD Dr Ibnu Soetowo Baturaja, satu-satunya rumah sakit yang memiliki bank darah di daerah itu.
"Untuk darah AB, dari 100 persen darah yang beredar paling tinggi 15 persen saja untuk darah AB, dan selebihnya terbagi untuk tiga jenis darah A,B, dan O," jelasnya.
Dia menyebutkan, kebutuhan darah di Kabupaten OKU, mencapai 20-30 kantong per hari, sementara, PMI sendiri mampu memenuhi jauh dari itu sehingga diupayakan bagi keluarga pasien yang butuh darah mencari orang bersedia mendonorkan darahnya.
"Memang kendala kita minimnya relawan yang mau mendonorkan darah sehingga sulit untuk memiliki pasokan sebagaimana yang dibutuhkan," ucapnya.
Namun demikian, kata dia, untuk mempermudah distribusi, PMI selalu berkoordinasi dengan pihak RSUD agar masyarakat yang butuh bisa langsung menghubungi ke sana (bank darah-red).
Sementara, biaya penggantian kantong darah dan biaya lainnya seperti scraning dan cek HIV dikenakan Rp175.000 satu kos atau perkantong," katanya.
Sumarno staf PMI OKU, menambahkan, untuk bisa memenuhi kebutuhan masyarakat, maka PMI mencari para relawan atau pendonor tetap dengan ideal minimal empat persen dari jumlah penduduk.
"Sementara jumlah relawan saat ini jauh sekali dari yang diharapkan. Dari kurang lebih 360.000 jumlah penduduk, hanya 120 orang saja menjadi pendonor sukarela kita atau 0,03 persen saja. Jadi, jauh sekali dari kata ideal," kata Sumarno.
Dia juga menyampaikan, pasokan biasa didapat jika ada momen-momen tertentu seperti HUT instansi pemerintahan, perusahaan swasta dan organisasi yang ada di OKU mengadakan donor darah massal.(E Permana)
Pewarta :
Editor : M. Suparni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Jaksa tuntut eks Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda dihukum 8,5 tahun penjara
21 January 2026 6:19 WIB
Kejari OKU Timur tetapkan dua tersangka kasus korupsi dana hibah Palang Merah Indonesia
15 October 2025 15:07 WIB
Mantan Wakil Wali Kota Palembang jalani sidang perdana, jaksa sebut gunakan dana PMI untuk keperluan pribadi
30 September 2025 16:19 WIB
Terpopuler - Pendidikan & Kesehatan
Lihat Juga
Kemendag: Indonesia ekspor obat pereda nyeri senilai Rp2,4 miliar ke Korsel
14 February 2026 10:21 WIB