PMI: Ratusan imigran tenggelam selamat empat meninggal
Rabu, 24 Juli 2013 17:17 WIB
Ilustrasi - Evakuasi korban kapal tenggelam (FOTO ANTARA)
Cianjur (ANTARA Sumsel) - Ratusan imigran gelap berhasil selamat setelah kapal yang mereka tumpangi tenggelam di tengah laut Perairan Cianjur selatan, Rabu dini hari, namun empat orang di antaranya meninggal dunia, kata Kepala Satgana PMI Cianjur Ruddy Syahdiar.
Imigran gelap yang berhasil selamat itu ditampung di tiga tempat terpisah, seperti di Balai Desa Sukapura, Puskesmas Cidaun dan Balai perikanan di Pantai Jayanti, kata Ruddy di Cianjur.
Sebagian besar imigran tersebut mengalami trauma dan mengalami ganguan pernafasan akibat terlalu banyak meminum air laut dan dehidrasi, sehingga terpaksa mendapat pertolongan medis yang telah disiapkan oleh Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Cianjur, katanya.
Ia mengungkapkan bahwa selain menerjunkan tim medis dari Dinkes Cianjur, BPBD juga menurunkan dua tim satgana, pramuka, tagana dan empat unit ambulans.
Masing-masing anggota tersebut dibagi dalam tiga tim yang ditempatkan secara terpisah untuk membantu korban yang membutuhkan pertolongan.
"Sedangkan untuk mencari korban yang dilaporkan masih hilang, kita bekerjasama dengan aparat kepolisian dan TNI. Saat ini kita fokus menyisir sepanjang pantai, guna menemukan korban yang selamat atau terbawa ombak ke pantai," katanya.
Semenetara itu, Tim SAR Brimob Cipanas, yang datang kelokasi, langsung melakukan peyisiran ke tengah laut, mengunakan perahu milik nelayan setempat untuk menemukan jasad korban yang dilaporkan hilang masih puluhan orang.
Menurut Kapolres Cianjur AKBP Dedy Kusuma Bakti mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pencarian hingga malam menjelang. Namun sesuai dengan prosedur, pihaknya akan melakukan pencarian selama tiga hari ke depan.
"Kita akan pastikan terlebih dahulu berapa jumlah korban sebenarnya. Karena berdasarkan pengakuan para imigran jumlah mereka ratusan, namun itu belum tentu pasti," katanya.(rr)
Imigran gelap yang berhasil selamat itu ditampung di tiga tempat terpisah, seperti di Balai Desa Sukapura, Puskesmas Cidaun dan Balai perikanan di Pantai Jayanti, kata Ruddy di Cianjur.
Sebagian besar imigran tersebut mengalami trauma dan mengalami ganguan pernafasan akibat terlalu banyak meminum air laut dan dehidrasi, sehingga terpaksa mendapat pertolongan medis yang telah disiapkan oleh Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Cianjur, katanya.
Ia mengungkapkan bahwa selain menerjunkan tim medis dari Dinkes Cianjur, BPBD juga menurunkan dua tim satgana, pramuka, tagana dan empat unit ambulans.
Masing-masing anggota tersebut dibagi dalam tiga tim yang ditempatkan secara terpisah untuk membantu korban yang membutuhkan pertolongan.
"Sedangkan untuk mencari korban yang dilaporkan masih hilang, kita bekerjasama dengan aparat kepolisian dan TNI. Saat ini kita fokus menyisir sepanjang pantai, guna menemukan korban yang selamat atau terbawa ombak ke pantai," katanya.
Semenetara itu, Tim SAR Brimob Cipanas, yang datang kelokasi, langsung melakukan peyisiran ke tengah laut, mengunakan perahu milik nelayan setempat untuk menemukan jasad korban yang dilaporkan hilang masih puluhan orang.
Menurut Kapolres Cianjur AKBP Dedy Kusuma Bakti mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pencarian hingga malam menjelang. Namun sesuai dengan prosedur, pihaknya akan melakukan pencarian selama tiga hari ke depan.
"Kita akan pastikan terlebih dahulu berapa jumlah korban sebenarnya. Karena berdasarkan pengakuan para imigran jumlah mereka ratusan, namun itu belum tentu pasti," katanya.(rr)
Pewarta :
Editor : AWI-SEO&Digital Ads
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Janjikan proyek fiktif, oknum Dinas PU Muara Enim diganjar 3 tahun delapan 8 bulan penjara
24 April 2025 19:01 WIB, 2025
Ini kata desainer tentang warna Istana Garuda IKN dianggap gelap dan mistis
11 August 2024 8:44 WIB, 2024
Polda Metro Jaya ungkap kasus jual data nasabah pinjol ke situs gelap
14 August 2023 18:12 WIB, 2023
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Razia syariat Islam di Aceh Barat, 33 warga terjaring langgar aturan busana muslim
30 April 2026 7:33 WIB