Wika kaji pendirian pabrik beton di Myanmar
Jumat, 19 Juli 2013 11:59 WIB
Bogor (ANTARA Sumsel) - PT Wijaya Karya Tbk melalui anak usahanya PT Wika Beton telah mengkaji sejumlah aspek untuk pendirian pabrik beton pra-cetak di Myanmar.
"Kami telah mengkaji sejumlah aspek untuk pendirian pabrik di Myanmar," kata Direktur Utama PT Wika Beton Wilfred A. Singkali saat menerima kunjungan Menteri Konstruksi Myanmar Kyaw Lwin di Kawasan Industri WIKA di Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jumat.
Menurut Wilfred, setelah melakukan kajian itu, pihaknya sampai pada kesimpulan bahwa pendirian pabrik ini mampu memberikan sejumlah keuntungan dan nilai tambah bagi kedua belah pihak.
Tanpa merinci lebih jauh keuntungan dan nilai tambah yang dimaksud, Wilfred mengaku bangga atas kunjungan tersebut.
"Kami berharap peluang untuk bekerja sama dalam mendirikan pabrik di Myanmar bersama UMG Group dapat terwujud dan mendapat dukungan," katanya.
PT WIKA Beton merupakan salah satu anak perusahaan dari PT WIKA Tbk dan sejak tahun 1993, mengkhususkan diri pada industri beton pracetak berkapasitas dua juta ton per tahun.
PT WIKA Beton memiliki delapan pabrik tersebar di Indonesia dan khusus untuk di pabrik di Bogor, porsi terbesar, produksinya adalah tiang pancang (spun pile).
Sebelumnya, Direktur PT WIKA Tbk, Ganda Kusuma, pihaknya akan membangun pabrik beton pra cetak di Myanmar, bekerjasama dengan perusahaan asal Myanmar, United Mercury Group (UMG).
Investasi tahap awal yang akan digelontorkan WIKA mencapai Rp150 miliar dengan kapasitas terpasang 27 ribu ton per tahun.
Ganda mengatakan WIKA dan UMG akan membentuk perusahaan patungan (joint venture).
Perusahaan ini akan merealisasikan pembangunan pabrik di atas lahan seluas lima hektare yang disediakan UMG.
"Pembangunan pabrik ini memakan waktu setahun," kata Ganda tanpa bersedia merinci kapan pembangunan pabrik tersebut akan dimulai.
"Kami telah mengkaji sejumlah aspek untuk pendirian pabrik di Myanmar," kata Direktur Utama PT Wika Beton Wilfred A. Singkali saat menerima kunjungan Menteri Konstruksi Myanmar Kyaw Lwin di Kawasan Industri WIKA di Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jumat.
Menurut Wilfred, setelah melakukan kajian itu, pihaknya sampai pada kesimpulan bahwa pendirian pabrik ini mampu memberikan sejumlah keuntungan dan nilai tambah bagi kedua belah pihak.
Tanpa merinci lebih jauh keuntungan dan nilai tambah yang dimaksud, Wilfred mengaku bangga atas kunjungan tersebut.
"Kami berharap peluang untuk bekerja sama dalam mendirikan pabrik di Myanmar bersama UMG Group dapat terwujud dan mendapat dukungan," katanya.
PT WIKA Beton merupakan salah satu anak perusahaan dari PT WIKA Tbk dan sejak tahun 1993, mengkhususkan diri pada industri beton pracetak berkapasitas dua juta ton per tahun.
PT WIKA Beton memiliki delapan pabrik tersebar di Indonesia dan khusus untuk di pabrik di Bogor, porsi terbesar, produksinya adalah tiang pancang (spun pile).
Sebelumnya, Direktur PT WIKA Tbk, Ganda Kusuma, pihaknya akan membangun pabrik beton pra cetak di Myanmar, bekerjasama dengan perusahaan asal Myanmar, United Mercury Group (UMG).
Investasi tahap awal yang akan digelontorkan WIKA mencapai Rp150 miliar dengan kapasitas terpasang 27 ribu ton per tahun.
Ganda mengatakan WIKA dan UMG akan membentuk perusahaan patungan (joint venture).
Perusahaan ini akan merealisasikan pembangunan pabrik di atas lahan seluas lima hektare yang disediakan UMG.
"Pembangunan pabrik ini memakan waktu setahun," kata Ganda tanpa bersedia merinci kapan pembangunan pabrik tersebut akan dimulai.
Pewarta : Oleh: Edy Sujatmiko
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Prabowo resmikan pabrik perakitan kendaraan listrik, sebut Indonesia "Rising Giant"
09 April 2026 17:23 WIB
Pupuk Indonesia usulkan bangun dua pabrik metanol dukung program Biodiesel B50
03 April 2026 7:12 WIB
Pemkab Banyuasin siap fasilitasi peembangunan Pabrik CCO oleh investor Jepang
15 November 2025 6:36 WIB
Pabrik teh Kayu Aro Kerinci Jambi satu abad jaga kualitas, bermodal mesin peninggalan Belanda
02 November 2025 19:23 WIB
Pusri-Wuhuan Engineering-Adhi Karya gelar doa bersama untuk kelancaran pembangunan Pabrik Pusri IIIB
09 October 2025 15:05 WIB