Wartawan Jambi minta oknum penembak wartawan dihukum
Rabu, 19 Juni 2013 7:07 WIB
Jambi (ANTARA Sumsel) - Puluhan wartawan di Jambi, minta oknum petugas yang menembak wartawan Trans7 tengah menjalankan tugas jurnalistiknya pada aksi massa menolak kenaikan BBM, Senin (27/6) dihukum.
Tuntutan wartawan itu disampaikan melalui aksi damai di Mapolda Jambi, Selasa (18/6) terkait penembakan koresponden Trans7 Nugroho Kusumawan (34) yang diduga dilakukan polisi saat menghadang demo kenaikkan BBM di DPRD Jambi.
Aksi damai itu diikuti juga oleh Saor Simanjutak perwakilan dari Trans7 dari Jakarta yang hadir di Jambi.
Di hadapan Wakapolda Jambi Kombes Pol Rahmad Fudail perwakilan para jurnalis itu mengungkapkan fakta-fakta terkait kasus
penembakan wartawan Trans7 tersebut.
Saor menyatakan prihatin atas kasus yang menimpa rekannya Nugroho yang tertembak polisi, dan mengatakan, ada pelanggaran dalam kasus ini dan minta kepada Polda Jambi untuk mengusut tuntas.
Sementara itu Wakapolda Jambi Kombes Pol Rahmad Fudail, yang mewakil Kapolda mengatakan, sudah melakukan pemeriksaan dan menahan pelakunya yakni Briptu Dodi yang merupakan anggota Sabhara Polresta Jambi.
Kapolda Jambi juga sudah meningkatkan kontrol kepada anggotanya di lapangan dan kasus ini tidak perlu terjadi dan kembali menyampaikan permohonan maaf atas kasus ini.
Sementara itu dalam pertemuan itu pascakejadian Irwasda Polda Jambi Kombes Pol Muchlis berjanji hasil penyidikan kasus ini akan dibuka secara transparan kepada wartawan.
Pihak Mabes Polri juga akan turun mengusut kasus ini dan pelakunya Briptu Dody statusnya sebagai terperiksa.
Sementara itu Gerakan Solidaritas Wartawan Jambi yang diwakili oleh AJI, PWI dan organisasi wartawan lainnya juga menggelar aksi solidariras di Polda Jambi terkait kasus yang menimpa Nugroho alias Anton.
Sebagai bentuk solidaritas kasus penembakan itu, para wartawan di Jambi mengumpulkan kartu persnya di depan pagar Mapolda Jambi.
Perwakilan wartawan, Usman dalam orasinya minta minta Polda mengusut tuntas kasus ini dengan transparan dan memproses hukum sampai tuntas.(Antara)
Tuntutan wartawan itu disampaikan melalui aksi damai di Mapolda Jambi, Selasa (18/6) terkait penembakan koresponden Trans7 Nugroho Kusumawan (34) yang diduga dilakukan polisi saat menghadang demo kenaikkan BBM di DPRD Jambi.
Aksi damai itu diikuti juga oleh Saor Simanjutak perwakilan dari Trans7 dari Jakarta yang hadir di Jambi.
Di hadapan Wakapolda Jambi Kombes Pol Rahmad Fudail perwakilan para jurnalis itu mengungkapkan fakta-fakta terkait kasus
penembakan wartawan Trans7 tersebut.
Saor menyatakan prihatin atas kasus yang menimpa rekannya Nugroho yang tertembak polisi, dan mengatakan, ada pelanggaran dalam kasus ini dan minta kepada Polda Jambi untuk mengusut tuntas.
Sementara itu Wakapolda Jambi Kombes Pol Rahmad Fudail, yang mewakil Kapolda mengatakan, sudah melakukan pemeriksaan dan menahan pelakunya yakni Briptu Dodi yang merupakan anggota Sabhara Polresta Jambi.
Kapolda Jambi juga sudah meningkatkan kontrol kepada anggotanya di lapangan dan kasus ini tidak perlu terjadi dan kembali menyampaikan permohonan maaf atas kasus ini.
Sementara itu dalam pertemuan itu pascakejadian Irwasda Polda Jambi Kombes Pol Muchlis berjanji hasil penyidikan kasus ini akan dibuka secara transparan kepada wartawan.
Pihak Mabes Polri juga akan turun mengusut kasus ini dan pelakunya Briptu Dody statusnya sebagai terperiksa.
Sementara itu Gerakan Solidaritas Wartawan Jambi yang diwakili oleh AJI, PWI dan organisasi wartawan lainnya juga menggelar aksi solidariras di Polda Jambi terkait kasus yang menimpa Nugroho alias Anton.
Sebagai bentuk solidaritas kasus penembakan itu, para wartawan di Jambi mengumpulkan kartu persnya di depan pagar Mapolda Jambi.
Perwakilan wartawan, Usman dalam orasinya minta minta Polda mengusut tuntas kasus ini dengan transparan dan memproses hukum sampai tuntas.(Antara)
Pewarta :
Editor : Zulkifli Lubis
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polisi Banyuasin rekayasa lalu lintas respons jalan amblas di KM 13 Lintas Timur Sumatera
17 December 2025 21:07 WIB
PLN Sumsel, Jambi dan Bengkulu siagakan 3.393 personel jaga keandalan listrik di akhir tahun
09 December 2025 8:30 WIB
Kronologis penculikan bocah dari Makassar yang dijual ke Suku Anak Dalam Jambi
10 November 2025 7:19 WIB
Pabrik teh Kayu Aro Kerinci Jambi satu abad jaga kualitas, bermodal mesin peninggalan Belanda
02 November 2025 19:23 WIB
Terpopuler - Lipsus
Lihat Juga
Gelamai dan Lepat Binti, penganan khas Bengkulu diminati pasar Malaysia dan Singapura
31 October 2022 21:22 WIB, 2022