Survei: Elektabilitas Sarjan Taher tempati posisi tertinggi
Senin, 15 Oktober 2012 19:36 WIB
Ketua Peneliti Yayasan Inovasi Pengembangan Warga Mandiri Sejahtera Dedi Rianto Rahadi didampingi pengelola yayasan, Kumroni memberikan penjelasan di Palembang, Senin (15/10) (FOTO Antarasumsel.com/Susilawati)
Palembang (ANTARA Sumsel) - Survei Yayasan Inovasi Pengembangan Warga Mandiri Sejahtera menempatkan Sarjan Taher sebagai bakal calon Wali Kota Palembang dengan elektabilitas atau tingkat keterpilihan tertinggi.
"Kalau Pilkada dilaksanakan pada hari ini maka bakal calon wali kota terpilih adalah Sarjan Taher," kata Ketua Peneliti Yayasan Inovasi Pengembangan Warga Mandiri Sejahtera, Dedi Rianto Rahadi di Palembang, Senin.
Menurut dia, dari hasil survei yang dilakukan Sarjan Taher mengantongi sekitar 32,7 persen atau berada di posisi teratas dari 1.238 sampel di 16 kecamatan di Kota Palembang.
Sementara posisi kedua diraih Romi Herton dengan 31,4 persen, selanjutnya Sarimuda 25,7 persen dan Mularis Djahri dengan 8,2 persen, katanya didampingi Pengelola Yayasan Inovasi Pengembangan Warga Mandiri Sejahtera, Kumroni.
Ia mengatakan, sedangkan sisanya lain-lain sekitar 1,9 persen yang suaranya di bawah tiga persen.
Berdasarkan hasil survei dari 1.238 sampel warga yang memilih Sarjan Taher 405 pemilih, Romi Herton 389 pemilih, Sarimuda 318 pemilih, Mularis Djahri 102 pemilih dan lainnya 24 pemilih.
Survei itu dilakukan secara independen terhadap suara 1.238 pemilih di Palembang melalui tanya jawab langsung dan mengisi kuisoner secara tertutup yang dilaksanakan pada 1-8 Oktober lalu, ujarnya.
Ia menuturkan, survei dilakukan di seluruh kecamatan di Palembang yang jumlah kuisonernya disesuaikan dengan pemilih dengan sistem multi Stage Random Sampling dengan error sampling sekitar satu persen.
Keunggulan Sarjan dari 11 item alasan memilih bakal calon wali Kota Palembang itu yakni penampilan lebih sederhana, berwibawa dan santun.
Dengan hasil survei ini, Sarjan Taher ataupun bakal calon Wali Kota Palembang lainnya harus lebih bekerja keras untuk mendongkrak persentase dukungan dari masyarakat lainnya terutama dari suara yang mengambang sekitar 25,2 persen.
Jadi, masih ada kesempatan untuk mendapatkan dukungan dari suara yang masih mengambang dalam memilih terutama pemilih pemula, katanya.(Susi)
"Kalau Pilkada dilaksanakan pada hari ini maka bakal calon wali kota terpilih adalah Sarjan Taher," kata Ketua Peneliti Yayasan Inovasi Pengembangan Warga Mandiri Sejahtera, Dedi Rianto Rahadi di Palembang, Senin.
Menurut dia, dari hasil survei yang dilakukan Sarjan Taher mengantongi sekitar 32,7 persen atau berada di posisi teratas dari 1.238 sampel di 16 kecamatan di Kota Palembang.
Sementara posisi kedua diraih Romi Herton dengan 31,4 persen, selanjutnya Sarimuda 25,7 persen dan Mularis Djahri dengan 8,2 persen, katanya didampingi Pengelola Yayasan Inovasi Pengembangan Warga Mandiri Sejahtera, Kumroni.
Ia mengatakan, sedangkan sisanya lain-lain sekitar 1,9 persen yang suaranya di bawah tiga persen.
Berdasarkan hasil survei dari 1.238 sampel warga yang memilih Sarjan Taher 405 pemilih, Romi Herton 389 pemilih, Sarimuda 318 pemilih, Mularis Djahri 102 pemilih dan lainnya 24 pemilih.
Survei itu dilakukan secara independen terhadap suara 1.238 pemilih di Palembang melalui tanya jawab langsung dan mengisi kuisoner secara tertutup yang dilaksanakan pada 1-8 Oktober lalu, ujarnya.
Ia menuturkan, survei dilakukan di seluruh kecamatan di Palembang yang jumlah kuisonernya disesuaikan dengan pemilih dengan sistem multi Stage Random Sampling dengan error sampling sekitar satu persen.
Keunggulan Sarjan dari 11 item alasan memilih bakal calon wali Kota Palembang itu yakni penampilan lebih sederhana, berwibawa dan santun.
Dengan hasil survei ini, Sarjan Taher ataupun bakal calon Wali Kota Palembang lainnya harus lebih bekerja keras untuk mendongkrak persentase dukungan dari masyarakat lainnya terutama dari suara yang mengambang sekitar 25,2 persen.
Jadi, masih ada kesempatan untuk mendapatkan dukungan dari suara yang masih mengambang dalam memilih terutama pemilih pemula, katanya.(Susi)
Pewarta :
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026