Pertanian Air Sugihan dijadikan model kemitraan
Senin, 11 Juni 2012 13:33 WIB
Lahan pertanian di Sumsel (ilustrasi Foto Antara)
Palembang (ANTARA Sumsel) - Kawasan pertanian di Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan dijadikan sebagai model program kemitraan dengan Badan Usaha Milik Daerah Bank SumselBabel.
Ketua Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi) Najib Asmani mengatakan di Palembang, Senin, sebanyak 20 hektare lahan pertanian di Kecamatan Air Sugihan menjadi target pada program itu.
"Selama ini para petani meminjam uang dengan tengkulak namun dengan program kemitraan ini Bank SumselBabel bertindak sebagai koperasi dengan memberikan bunga yang sangat rendah per tahunnya," ujarnya.
Menurut dia, para petani itu membutuhkan sebuah wadah untuk mengatasi permasalahan kekurangan modal usaha, sementara untuk meminjam uang ke bank perlu agunan.
"Petani tidak mau yang rumit dan sangat menghindari hal-hal berbau agunan karena ada ancaman akan disita. Itulah mereka lebih suka meminjam uang dengan tengkulak," katanya.
Padahal bunga yang ditawarkan para tengkulak itu terbilang tinggi yakni dalam empat bulan mencapai 15 persen, sementara kehidupan para petani jauh dari sejahtera.
"Petani yang sudah dibekap utang dengan tengkulak hanya memikirkan untuk bertahan hidup dan mengisi perut saja, sehingga jauh dari keinginan untuk mengembangkan usaha. Inilah yang tidak boleh terjadi, sehingga pemerintah mengeluarkan program kemitraan dengan Bank SumselBabel melalui model koperasi," ujarnya.
Selain itu, program kemitraan bermaksud mengurangi konversi lahan pertanian ke perkebunan karet dan sawit.
Sebanyak ribuan hektar lahan pertanian di Sumsel beralih fungsi sejak beberapa tahun terakhir.
"Saat ini lahan pertanian yang tersisa di Sumsel hanya lima ribu hektar tersebar di Musi Banyuasin, Banyuasin, dan OKI, namun dengan program kemitraan ini pemerintah menargetkan satu juta hektar pada akhir tahun," katanya.
Pemerintah Provinsi Sumsel merencanakan program itu pada akhir Juni 2012, namun sebelum melancarkan program kemitraan itu, Perhepi dan pemerintah akan berkerja sama memberikan pengertian dan menyakinkan petani. (Dolly)
Ketua Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi) Najib Asmani mengatakan di Palembang, Senin, sebanyak 20 hektare lahan pertanian di Kecamatan Air Sugihan menjadi target pada program itu.
"Selama ini para petani meminjam uang dengan tengkulak namun dengan program kemitraan ini Bank SumselBabel bertindak sebagai koperasi dengan memberikan bunga yang sangat rendah per tahunnya," ujarnya.
Menurut dia, para petani itu membutuhkan sebuah wadah untuk mengatasi permasalahan kekurangan modal usaha, sementara untuk meminjam uang ke bank perlu agunan.
"Petani tidak mau yang rumit dan sangat menghindari hal-hal berbau agunan karena ada ancaman akan disita. Itulah mereka lebih suka meminjam uang dengan tengkulak," katanya.
Padahal bunga yang ditawarkan para tengkulak itu terbilang tinggi yakni dalam empat bulan mencapai 15 persen, sementara kehidupan para petani jauh dari sejahtera.
"Petani yang sudah dibekap utang dengan tengkulak hanya memikirkan untuk bertahan hidup dan mengisi perut saja, sehingga jauh dari keinginan untuk mengembangkan usaha. Inilah yang tidak boleh terjadi, sehingga pemerintah mengeluarkan program kemitraan dengan Bank SumselBabel melalui model koperasi," ujarnya.
Selain itu, program kemitraan bermaksud mengurangi konversi lahan pertanian ke perkebunan karet dan sawit.
Sebanyak ribuan hektar lahan pertanian di Sumsel beralih fungsi sejak beberapa tahun terakhir.
"Saat ini lahan pertanian yang tersisa di Sumsel hanya lima ribu hektar tersebar di Musi Banyuasin, Banyuasin, dan OKI, namun dengan program kemitraan ini pemerintah menargetkan satu juta hektar pada akhir tahun," katanya.
Pemerintah Provinsi Sumsel merencanakan program itu pada akhir Juni 2012, namun sebelum melancarkan program kemitraan itu, Perhepi dan pemerintah akan berkerja sama memberikan pengertian dan menyakinkan petani. (Dolly)
Pewarta :
Editor : M. Suparni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot Palembang optimalisasi 3.000 hektare sawah tingkatkan ketahanan pangan
31 January 2026 9:23 WIB
Wujudkan instruksi Megawati Soekarnoputri, Devi Suhartoni pacu sentra bawang merah di Musi Rawas Utara
24 January 2026 18:22 WIB
Kabupaten Banyuasin jadi penghasil beras nomor satu nasional, produksi satu juta ton
10 January 2026 14:53 WIB
Realisasi penyaluran pupuk subsidi di Sumsel capai 82 persen per Desember 2025
30 December 2025 11:06 WIB
Sumsel gandeng Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia tingkatkan produksi beras
15 December 2025 19:56 WIB