Logo Header Antaranews Sumsel

Warga desak perbaikan rel kereta api

Jumat, 15 Juni 2012 11:24 WIB
Image Print
Perbaikan rel ka (Foto Antara)
....Kondisi rel sangat mengkhawatirkan karena banyak bagian yang hilang, sehingga membahayakan lori melintas di jalur itu....

Bengkulu (ANTARA Sumsel) - Warga Desa Lebong Tandai mendesak pemerintah memperbaiki rel lori yang menjadi satu-satunya alat transportasi menuju desa di perbatasan Taman Nasional Kerinci Seblat, Provinsi Bengkulu.

"Kondisi rel sangat mengkhawatirkan karena banyak bagian yang hilang, sehingga membahayakan lori melintas di jalur itu," kata Nodhy, salah seorang warga Desa Lebong Tandai, Jumat.

Ia mengatakan, selain dimakan usia juga merupakan sisa peninggalan Belanda yang mengambil emas di Lebong Tandai, bagian rel juga banyak hilang.

Minimnya perbaikan dari pemerintah daerah membuat masyarakat khawatir jika sewaktu-waktu motor lori ekspres atau warga menyebut "molek" bisa jatuh ke jurang yang banyak terdapat di lintasan rel.

"Sekarang ini masyarakat nekat menggunakan molek karena tidak ada alat transportasi lain, jalan menuju desa itu melintasi jurang-jurang dalam," paparnya.

Sekretaris Desa Lebong Tandai, Alimun mengatakan sudah berulangkali mengusulkan perbaikan rel kepada pemerintah daerah, namun belum ada tanggapan.

Ia mengatakan rel sepanjang 35 kilometer yang menjadi akses satu-satunya bagi warga Lebong Tandai untuk masuk dan keluar desa membutuhkan perbaikan.

Desa Lebong Tandai dihuni 646 orang penduduk yang sebagian besar berprofesi sebagai penambang emas tradisional. (Ant)



Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026