Kadin Indonesia inginkan MP3EI berjalan cepat
Jumat, 1 Juni 2012 13:44 WIB
Aktivitas bisnis di jalan raya dalam Kota Palembang. (FOTO antarasumsel.com/Yudi Abdullah/12)
Jakarta (ANTARA Sumsel) - Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Ekonomi (LP3E) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menginginkan agar proyek Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) berjalan dengan cepat.
"Karena kita harus segera memperbaiki iklim usaha di Indonesia. Perbaikan iklim ini bisa dilakukan melalui pembangunan infrastruktur. Jadi, proyek MP3EI ini harus berjalan cepat," kata anggota LP3E Kadin Indonesia Ina Primiana dalam diskusi di Menara Kadin, Jakarta, belum lama ini.
Menurut Ina, untuk bisa merasakan dampak langsung dari pelaksanaan proyek MP3EI tersebut membutuhkan waktu yang lama, sehingga harus dijalankan secepat mungkin.
"Kita tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Jadi, makin cepat proyek ini dijalankan, makin cepat juga kita bisa merasakan manfaatnya," kata Ina.
Ia mengungkapkan semakin cepat proyek tersebut direalisasikan, maka iklim dunia usaha di Indonesia juga cepat mengalami peningkatan.
Sebagai realisasi awal dari proyek MP3EI, lanjut Ina, bisa dilakukan dengan memperbaiki atau menambah infrastruktur baru yang terkait dengan distribusi ekspor impor, misalnya pelabuhan.
"Dengan kapasitas pelabuhan yang lebih besar, maka dapat mengurangi antrean truk-truk yang mengangkut produk ekspor impor. Jadi, distribusinya tidak mengalami hambatan," katanya.
Ina memperkirakan jika tidak menemui banyak kendala, realisasi proyek MP3EI akan membutuhkan waktu kurang lebih dua tahun.
Ina menambahkan saat ini neraca perdagangan produk industri dalam negeri mengalami defisit sebesar 14,25 miliar dolar AS.
Oleh karena itu, proyek tersebut harus dijalankan sesegera mungkin agar neraca perdagangan juga cepat membaik.(ANT-R027/R010)
"Karena kita harus segera memperbaiki iklim usaha di Indonesia. Perbaikan iklim ini bisa dilakukan melalui pembangunan infrastruktur. Jadi, proyek MP3EI ini harus berjalan cepat," kata anggota LP3E Kadin Indonesia Ina Primiana dalam diskusi di Menara Kadin, Jakarta, belum lama ini.
Menurut Ina, untuk bisa merasakan dampak langsung dari pelaksanaan proyek MP3EI tersebut membutuhkan waktu yang lama, sehingga harus dijalankan secepat mungkin.
"Kita tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Jadi, makin cepat proyek ini dijalankan, makin cepat juga kita bisa merasakan manfaatnya," kata Ina.
Ia mengungkapkan semakin cepat proyek tersebut direalisasikan, maka iklim dunia usaha di Indonesia juga cepat mengalami peningkatan.
Sebagai realisasi awal dari proyek MP3EI, lanjut Ina, bisa dilakukan dengan memperbaiki atau menambah infrastruktur baru yang terkait dengan distribusi ekspor impor, misalnya pelabuhan.
"Dengan kapasitas pelabuhan yang lebih besar, maka dapat mengurangi antrean truk-truk yang mengangkut produk ekspor impor. Jadi, distribusinya tidak mengalami hambatan," katanya.
Ina memperkirakan jika tidak menemui banyak kendala, realisasi proyek MP3EI akan membutuhkan waktu kurang lebih dua tahun.
Ina menambahkan saat ini neraca perdagangan produk industri dalam negeri mengalami defisit sebesar 14,25 miliar dolar AS.
Oleh karena itu, proyek tersebut harus dijalankan sesegera mungkin agar neraca perdagangan juga cepat membaik.(ANT-R027/R010)
Pewarta :
Editor : Yudi Abdullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kadin apresiasi pemerintah tunda impor 105.000 mobil India untuk Kopdes Merah Putih
23 February 2026 19:17 WIB
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Bandara SMB II Palembang beri layanan khusus bagi penumpang terdampak erupsi GAK
08 September 2026 19:02 WIB
Harga emas di Pegadaian Selasa: Galeri24 Rp2,58 juta, Antam Rp2,66 juta, UBS Rp2,62 juta per gram
08 September 2026 11:18 WIB
Pertamina perkuat pengelolaan tenaga kerja alih daya lewat lokakarya kepatuhan
08 September 2026 11:03 WIB
Semen Baturaja pasok material pembangunan pagar konservasi gajah Way Kambas sepanjang 138 Km
08 September 2026 10:46 WIB
Bank Sumsel Babel hadirkan promo Kredit Serba Guna berhadiah cashback 0,2 persen
07 September 2026 12:46 WIB
Bank Sumsel Babel buka penawaran Sukuk Ritel SR025 berimbal hasil hingga 6,90 Persen
07 September 2026 12:36 WIB