Logo Header Antaranews Sumsel

Pertamina EP Adera Field temukan lapisan produktif baru di Sumur BNG-082 PALI Sumsel

Rabu, 9 September 2026 14:33 WIB
Image Print
PT Pertamina EP Adera Field berhasil mengembangkan Sumur BNG-082 melalui inovasi subsurface sehingga menunjukkan potensi produksi minyak 302,4 BOPD dan gas 5,597 MMSCFD. (ANTARA/HO/PHR4)

Palembang (ANTARA) - PT Pertamina EP Adera Field mengoptimalkan produksi minyak dan gas bumi (migas) di lapangan matang (mature field) melalui penemuan lapisan produktif baru pada pengeboran sumur BNG-082 di Struktur Benuang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan.

Inovasi berbasis integrasi data bawah permukaan (subsurface) yang diterapkan oleh unit bisnis Pertamina Subholding Upstream Regional 1 Zona 4 (PHR Zona 4) tersebut sukses membuka potensi migas pada lapisan TAF-P2a yang belum pernah diproduksikan oleh sumur-sumur di sekitarnya.

Manager Subsurface Development Area 1 Pertamina EP Budi Darmawan dalam keterangannya yang diterima di Palembang, Rabu, mengatakan bahwa keberhasilan pengeboran sumur pengembangan BNG-082 membuktikan bahwa pendekatan data yang komprehensif mampu memperpanjang usia produktif lapangan tua.

“Pencapaian ini menjadi bukti inovasi berbasis integrasi data subsurface yang terus kami lakukan dapat membuka potensi-potensi baru, sehingga lapangan mature tetap mampu memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan energi nasional,” ujarnya.

Ia menjelaskan, proses pengeboran sumur BNG-082 berhasil diselesaikan dalam kurun waktu 32 hari atau lebih cepat dari target awal 36,6 hari—dengan mengedepankan prinsip keselamatan kerja tanpa kecelakaan (zero accident).

Berdasarkan hasil uji alir awal (initial flow test) pada 16 Agustus 2026, sumur BNG-082 menunjukkan potensi produksi minyak sebesar 302,4 barel minyak per hari (BOPD) dan gas sebesar 5,597 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) pada kondisi aliran alami tanpa hambatan (open flow).

Budi memaparkan bahwa keberhasilan ini ditopang oleh pendekatan pengeboran terarah yang berfokus pada evaluasi lapisan dan berbasis data (layer-focused and data-driven development drilling). Tim teknis mengintegrasikan pemodelan geologi, interpretasi seismik multiatribut, serta akuisisi data tekanan dan fluida secara presisi.

Selain itu, tim juga menerapkan metode pemetaan zona prospektif (Sectorization Zoning Model) untuk menentukan lokasi pengeboran baru agar lebih terarah, efektif, dan efisien.

Tambahan pasokan dari sumur BNG-082 ini diyakini akan memperkuat pencapaian target produksi Pertamina EP Adera Field pada Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (WP&B) 2026, yakni sebesar 4.537 BOPD untuk minyak dan 22,21 MMSCFD untuk gas.

Sebagai informasi PHR Zona 4 merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina Regional Sumatra yang dipimpin oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). PHR Zona 4 mengoperasikan tujuh wilayah kerja Pertamina EP (PEP) dan Pertamina Hulu Energi (PHE), yaitu PEP Prabumulih Field, PEP Limau Field, PEP Adera Field, PEP Pendopo Field, PEP Ramba Field, PHE Ogan Komering, dan PHE Raja Tempirai.

‎Wilayah-wilayah kerja itu tersebar di dua kota, Prabumulih dan Palembang, serta sembilan kabupaten, yaitu Muara Enim, PALI, Lahat, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Ilir, dan Ogan Komering Ulu. PHR Zona 4 di bawah koordinasi serta pengawasan dari SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).



Pewarta:
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026