Lampung datangkan ikan giling dari Jawa
Rabu, 15 Februari 2012 15:16 WIB
Bandarlampung, (ANTARA News) - Pedagang ikan giling di Gudangagen, Telukbetung, Bandarlampung mendatangkan bahan bakunya dari Pulau Jawa.
"Kalau mengharapkan dari perajin ikan filet di Lampung tak bisa memenuhi permintaan pembeli yang cukup tinggi," kata Agus, salah seorang pedagang ikan giling, Rabu.
Ia menjelaskan harga ikan dari Jawa lebih murah dan ketersediaannya cukup banyak, sedangkan produk Lampung hanya berkisar di bawah satu ton per hari.
"Kami sehari di Lampung bisa memdistribusikan lebih dari dua ton," katanya.
Murahnya ikan fillet asal Jawa dibandingkan produksi Lampung, menurut dia karena terkait tenaga kerja pembuatnya.
"Tenaga kerja di Jawa untuk membuat fillet satu kilogram hanya Rp1.000. Sedangkan di Lampung mencapai Rp2.500," katanya.
Agus pun menjelaskan jenis ikan giling yang lalu yakni baji-baji dan rajagantang yang harganya sekitar Rp18.000-Rp20.000 per kilogramnya.
"Kalau ikan tenggiri yang murni cukup mahal yakni mencapai Rp80 ribu per kilogramnya," kata dia.
Ia pun menambahkan ikan giling didatangkan dari Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Selain berjualan di lokasi tersebut, Agus pun berdagang di sejumlah pasar di Bandarlampung dengan pelanggannya para pedagang aneka penganan seperti empel-empek, tekwan dan somay.
Dia pin memasok ke beberapa wilayah di Lampung sepertiKota Metro dan Lampung Tengah.
Ny Hartiwi yang berbelanja ikan giling untuk membuat empek-empek dan tekwan mengatakan lebih emilih ikan rajagantang karena selain harganya murah, juga rasanya lebih terasa.
"Saya pun baru tahu kalau ikan tenggiri cukup mahal. Selama ino adaa yang menjual murah berarti tidak asli," kata dia. (ANT-T013/Parni)
"Kalau mengharapkan dari perajin ikan filet di Lampung tak bisa memenuhi permintaan pembeli yang cukup tinggi," kata Agus, salah seorang pedagang ikan giling, Rabu.
Ia menjelaskan harga ikan dari Jawa lebih murah dan ketersediaannya cukup banyak, sedangkan produk Lampung hanya berkisar di bawah satu ton per hari.
"Kami sehari di Lampung bisa memdistribusikan lebih dari dua ton," katanya.
Murahnya ikan fillet asal Jawa dibandingkan produksi Lampung, menurut dia karena terkait tenaga kerja pembuatnya.
"Tenaga kerja di Jawa untuk membuat fillet satu kilogram hanya Rp1.000. Sedangkan di Lampung mencapai Rp2.500," katanya.
Agus pun menjelaskan jenis ikan giling yang lalu yakni baji-baji dan rajagantang yang harganya sekitar Rp18.000-Rp20.000 per kilogramnya.
"Kalau ikan tenggiri yang murni cukup mahal yakni mencapai Rp80 ribu per kilogramnya," kata dia.
Ia pun menambahkan ikan giling didatangkan dari Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Selain berjualan di lokasi tersebut, Agus pun berdagang di sejumlah pasar di Bandarlampung dengan pelanggannya para pedagang aneka penganan seperti empel-empek, tekwan dan somay.
Dia pin memasok ke beberapa wilayah di Lampung sepertiKota Metro dan Lampung Tengah.
Ny Hartiwi yang berbelanja ikan giling untuk membuat empek-empek dan tekwan mengatakan lebih emilih ikan rajagantang karena selain harganya murah, juga rasanya lebih terasa.
"Saya pun baru tahu kalau ikan tenggiri cukup mahal. Selama ino adaa yang menjual murah berarti tidak asli," kata dia. (ANT-T013/Parni)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Harga ikan gabus giling bahan pempek di Palembang melambung hingga Rp80.000/Kg
25 April 2022 11:47 WIB, 2022
Petani Banyuasin didorong tingkatkan produktivitas lahan sejalan dalam Food Estate
01 June 2021 23:26 WIB, 2021
Banyuasin optimistis produksi 1,3 juta ton gabah kering giling pada 2020
26 August 2020 14:34 WIB, 2020
Pabrik gula Cinta Manis mulai giling tebu kejar produksi gula putih 104 ton
06 June 2020 22:49 WIB, 2020
Rela mengantre, ikan giling jadi buruan ibu-ibu jelang Ramadhan di Palembang
23 April 2020 12:14 WIB, 2020