Logo Header Antaranews Sumsel

Waspada kejahatan digital, Pemkab OKI edukasi masyarakat lewat Gerakan Antiscam

Jumat, 13 Maret 2026 19:03 WIB
Image Print
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten OKI Adi Yanto berfoto bersama narasumber dan peserta kegiatan edukasi antiscam, diKayuagung, Jumat (13/3/2026). ANTARA/HO/Pemkab OKI

OKI, Sumsel (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, menggencarkan edukasi gerakan antiscam kepada masyarakat sebagai upaya meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya kejahatan siber seiring perkembangan teknologi digital.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten OKI Adi Yanto di Kayuagung, Jumat, mengatakan kegiatan itu diikuti para admin media sosial organisasi perangkat daerah (OPD), konten kreator, mahasiswa, media massa, serta masyarakat umum.

Dia mengatakan peningkatan kesadaran keamanan digital di tengah tingginya aktivitas masyarakat di ruang siber menjadi hal yang penting.

Sebab, menurut dia, masyarakat perlu lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak membagikan informasi pribadi secara berlebihan yang berpotensi dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber.

Adi berharap para peserta yang mengikuti kegiatan tersebut dapat menjadi penyambung informasi kepada masyarakat luas terkait pentingnya kewaspadaan terhadap ancaman penipuan digital.

“Dengan meningkatnya literasi keamanan digital, masyarakat diharapkan semakin waspada dan tidak mudah menjadi korban penipuan di ruang siber,” katanya.

Sementara itu, Kepala Divisi Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK), Edukasi dan Pelindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumsel Asnawati mengatakan perkembangan teknologi informasi membawa banyak kemudahan bagi masyarakat, namun juga meningkatkan potensi kejahatan digital.

“Perkembangan teknologi informasi membuka peluang terjadinya penipuan berbasis digital atau scam. Oleh karena itu OJK menghadirkan Indonesia Anti-Scam Center (IASC) untuk membantu masyarakat yang menjadi korban penipuan transaksi keuangan digital,” katanya.

Ia menjelaskan saat ini masuk dalam delapan besar daerah dengan pengaduan kasus penipuan siber. Bahkan Kabupaten OKI berada pada peringkat kedua tertinggi di provinsi tersebut.

Oleh karenai itu, kata dia, pihaknya terus mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati, tidak mudah mengklik tautan mencurigakan, serta tidak mengunduh aplikasi dari sumber yang tidak jelas.

“Edukasi seperti ini menjadi langkah penting agar masyarakat tidak menjadi korban kejahatan siber,” jelasnya.

Panit 3 Subdit 5 Kamsus Dit Intelkam Polda Sumsel Ipda Bobby Permana mengapresiasi kolaborasi antara OJK dan Pemerintah Kabupaten OKI dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut.

Menurutnya, edukasi antiscam sangat penting karena berbagai modus penipuan melalui platform digital terus berkembang dan menyasar berbagai kalangan masyarakat.

Sehingga, edukasi tersebut diharapkan dapat menjadi percontohan bagi kabupaten/kota lain di Sumatera Selatan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap ancaman penipuan siber.

“Diharapkan gerakan ini dapat menjadi contoh bagi 17 kabupaten/kota di Sumatera Selatan dalam meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap penipuan digital,” katanya.



Pewarta:
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026