Logo Header Antaranews Sumsel

Polda Sumsel perkuat pengamanan jaringan listrik antisipasi gangguan sabotase

Sabtu, 22 November 2025 09:39 WIB
Image Print
Jaringan listrik milik PLN di Kota Palembang yang menjadi sasaran pengamanan. ANTARA/Yudi Abdullah

Palembang (ANTARA) - Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Sumatera Selatan (Sumsel) memperkuat pengamanan jaringan listrik milik PT PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi dan Bengkulu (UIDS2JB) untuk mengantisipasi gangguan sabotase.

"Jaringan listrik merupakan objek vital yang memerlukan pengamanan ketat, jika sampai terjadi sabotase atau tindakan merusak dari seseorang atau kelompok tertentu, bisa mengganggu pelayanan listrik kepada masyarakat dan fasilitas publik," kata Direktur Ditpamobvit Polda Sumsel Kombes Pol Heru Agung Nugroho, di Palembang, Jumat.

Dia menjelaskan dinamika ancaman keamanan objek vital semakin kompleks seperti aksi terorisme, sabotase, unjuk rasa, bencana, gangguan sistem informasi, dan ancaman siber.

"Melihat ancaman itu dirasakan perlu adanya peningkatan kolaborasi lintas instansi dan penguatan pola pengamanan terpadu objek vital yang ada di provinsi dengan 17 kabupaten dan kota itu," katanya.

Menurut dia, khusus untuk memperkuat pengamanan jaringan kelistrikan PLN UIDS2JB yang ada di wilayah Polda Sumsel, pihaknya membantu penguatan kemampuan personel pengamanan internal PLN melalui pendampingan Ditpambvit.

Penguatan kemampuan personel pengamanan internal PLN UIDS2JB, kata dia, ditandai dengan penandatanganan pedoman teknis dalam nota kesepahaman (MoU) PKT pada November 2025.

Dia mengatakan penandatanganan MoU PKT ini sebagai bentuk implementasi kolaborasi bantuan pengamanan Ditpamoobvit Polda Sumsel kepada salah satu mitra objek vital nasional (obvitnas).

Dia berharap momentum tersebut dapat dijadikan 'benchmarking' maupun role model dalam meningkatkan kinerja pada bidang jasa pengamanan, sejalan dengan Kepres 63 Tahun 2024 tentang Pengamanan Obvitnas.

Pengamanan obvitnas, kata dia, ditekankan pada pola pendekatan pengamanan secara preemtif, preventif dan kolaborasi, dengan memanfaatkan teknologi, CCTV, sistem kontrol akses, integrasi informasi, dan penguatan kemampuan personel.

Obvitnas sebagai aset strategis, memiliki peran sangat penting bagi kehidupan bangsa dan negara, baik ditinjau dari perspektif ekonomi, politik, sosial, budaya serta pertahanan dan keamanan (hankam).

"Semoga melalui sinergi pengamanan obvitnas ini diharapkan bisa menjaga keandalan sistem ketenagalistrikan serta mendukung kepentingan daerah dan nasional," uja rDirektur Ditpamobvit Kombes Pol Heru Agung.



Pewarta:
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026