Jakarta (ANTARA) - Apoteker lulusan Universitas Gajah Mada (UGM) Apt. Dr. Lusy Noviani, MM tidak menyarankan penggunaan oli maupun air liur ketika melakukan perawatan luka.
“Kadang kita dikefarmasian, mungkin teman-teman vokasi dan apoteker sering ketemu ya (di tempat praktik), kalau lukanya ringan, kecil ya abaikan aja, kadang itu sembuh sendiri. Padahal prinsip penatalaksanaannya bukan mengobati luka, tapi mengatasi juga komplikasinya,” kata Lusy dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis.
Lusy mengatakan isu yang beredar mengenai penggunaan keduanya merupakan mitos yang sudah lama beredar dalam masyarakat dan justru membahayakan area tubuh yang sudah terluka.
Penggunaan air liur yang dikatakan mempercepat penyembuhan luka menurutnya bukanlah hal yang tepat. Air liur dapat menyebabkan infeksi karena berisiko membawa bakteri lain masuk melalui luka.
Dokter: Perawatan luka tak dianjurkan pakai oli dan air liur
Apoteker lulusan Universitas Gajah Mada (UGM) Apt. Dr. Lusy Noviani, MM tidak menyarankan penggunaan oli maupun air liur ketika melakukan perawatan luka dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (16/10/2025). ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti
