Analis perkirakan rupiah turun setelah Pilpres AS

id Rupiah turun,nilai tukar rupiah,Pilpres AS

Analis perkirakan rupiah turun setelah Pilpres AS

Arsip foto - Petugas menghitung uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing Dollarasia Money Changer, Jakarta, Kamis (25/4/2024). ANTARA FOTO/Reno Esnir/nym.

Selain itu, Pemerintah Tiongkok memberikan sinyal untuk tambahan stimulus kepada pemerintah daerah. Kedua hal tersebut memberikan prospek positif terhadap pemulihan ekonomi Tiongkok di masa mendatang, sehingga mendorong sentimen risk-on di pasar keuangan Asia, termasuk Indonesia. Sentimen risk-on dari Tiongkok mendorong imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia turun di seluruh tenor. Volume perdagangan obligasi pemerintah tercatat sebesar Rp16.37 triliun pada Selasa, lebih tinggi dibandingkan dengan volume perdagangan hari sebelumnya sebesar Rp16.25 triliun.

Kepemilikan asing pada obligasi rupiah turun sebesar Rp0,83 triliun menjadi Rp881 triliun atau 14,81 persen dari total obligasi yang beredar pada 4 November 2024.

Pemerintah mengadakan lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dan berhasil menyerap Rp10,2 triliun, melampaui target indikatif Rp9 triliun, dari penawaran yang masuk sebesar Rp16,25 triliun.

Josua mengatakan hingga akhir tahun, dengan masih terdapat potensi penurunan suku bunga Fed sebesar 50 basis poin (bps) yang juga mendorong terbukanya peluang penurunan suku bunga BI-Rate lebih lanjut, maka nilai tukar rupiah diperkirakan akan berada di rentang Rp15.300 hingga Rp15.600 per dolar AS pada akhir 2024.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Analis perkirakan rupiah turun setelah Pilpres AS