
Psikologis anak penting diperhatikan saat terapi diabetes
Kamis, 18 April 2024 13:03 WIB

"Mengobati anak itu bukan hanya obat saja, tapi psikologis anak, lingkungannya yang harus diterapi juga," katanya dalam diskusi mengenai kesehatan anak dengan diabetes yang diikuti secara daring di Jakarta, Kamis.
Adit mengungkapkan terapi diabetes yang mengharuskan pengidapnya untuk melakukan suntik insulin secara rutin sesudah makan cenderung tidak disukai anak, karena bosan dalam melakukannya.
Selain itu, kebiasaan mengonsumsi obat-obatan tersebut dapat menyebabkan anak merasa malu dengan teman-temannya, juga menimbulkan rasa tidak percaya diri.
"Itu PR yang sangat berat untuk keluarga pasien dan untuk anak. Jadi banyak, kadang-kadang kalau mengobati anak DM (diabetes melitus) itu bukan hanya kita mengandalkan harus begini harus begini, tapi psikologi keluarga juga harus dinasihati, harus didukung agar anak tumbuh kembangnya sama dengan anak lain," tegasnya.
Pewarta: Sean Filo Muhamad
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
