
Turki desak Iran menahan diri guna cegah eskalasi di Timur Tengah

Jakarta (ANTARA) - emerintah Turki meminta Iran untuk menahan diri dari eskalasi lebih lanjut di kawasan Timur Tengah menyusul insiden penghancuran rudal balistik di wilayah udara Turki, demikian disampaikan Kepala Komunikasi Kantor Kepresidenan Turki, Burhanettin Duran, Senin (9/3).
Sebelumnya pada hari itu, Kementerian Pertahanan Turki mengatakan pasukan NATO menghancurkan rudal balistik yang diluncurkan dari Iran di wilayah udara Turki, menambahkan tidak ada korban tewas maupun terluka.
"Sangat penting agar ketegangan di kawasan (Timur Tengah) tidak meningkat dan konflik tidak menyebar ke wilayah yang lebih luas. Sekali lagi, kami mendesak semua pihak, terutama Iran, untuk menahan diri dari tindakan yang membahayakan keamanan regional dan dapat membahayakan penduduk sipil," katanya.
Pada Sabtu (7/3) Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan mengatakan Ankara telah memperingatkan Teheran agar insiden jatuhnya rudal di Turki tidak terulang kembali.
"Kami bukanlah negara yang mudah terprovokasi; kami tidak ragu melindungi wilayah udara kami," kata Fidan.
"Kami tahu seperti apa rasanya terseret ke dalam perang. Kami membahas ini dengan rekan-rekan Iran kami dan mengatakan bahwa jika ini adalah rudal yang 'hilang', itu akan menjadi masalah yang berbeda," imbuhnya.
Tapi, jika kejadian serupa terulang kembali, dia menyarankan Teheran untuk berhati-hati.
Sumber: Sputnik
Pewarta: Asri Mayang Sari
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
