
Spesialis mata sebut faricimab kurangi risiko infeksi pengobatan AMD
Kamis, 2 November 2023 15:13 WIB

“Faricimab dapat disuntikkan dengan interval selama empat bulan sehingga suntikan diberikan lebih sedikit dibandingkan dengan obat anti-VEGF lainnya,” kata Elvioza di Jakarta, Kamis.
Obat anti-vascular endothelial growth factor (anti-VEGF), salah satu pengobatan degenarasi makula, lainnya mengharuskan pasien untuk menjalani penyuntikan tiap bulan. Sedangkan, faricimab hanya memerlukan penyuntikan sebanyak sekali dalam empat bulan.
Elvioza menjelaskan bahwa penyuntikan merupakan suatu tindakan pengobatan yang invasif karena memasukkan obat dari luar ke dalam bola mata.
Risiko dari tindakan tersebut, ucapnya melanjutkan, adalah kemungkinan terdapat kuman yang terbawa pada saat penyuntikan. Oleh karena itu, semakin panjang interval penyuntikan, maka risiko infeksi akan semakin kecil.
Pewarta: Putu Indah Savitri
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
