Logo Header Antaranews Sumsel

Dokter sebut David alami luka permanen di saraf otak

Kamis, 20 Juli 2023 12:56 WIB
Image Print
Dokter Yeremia Tatang saat menjadi saksi dalam kasus penganiayaan David Ozora yang dilakukan oleh Mario Dandy Satriyo di PN Jakarta Selatan, Kamis (20/7/2023). ANTARA/Ilham Kausar
Jakarta (ANTARA) -
Dokter Yeremia Tatang yang menangani David Ozora (17), korban penganiayaan oleh Mario Dandy Satriyo (20) menjelaskan korban mengalami luka di saraf otak yang bersifat permanen.
 
"Setelah di MRI (Magnetic Resonance Imaging) beberapa minggu, ada bercak putih, tepatnya di jembatan otak (corpus callosum) yang menghubungkan otak kiri dan kanan yang bersifat permanen," katanya dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Kamis.
 
Tatang juga menjelaskan bercak putih tersebut memang relatif mengecil tapi tidak akan menghilang dan akan membekas selamanya.

"Respon setiap orang dalam pemulihan kesehatan memang berbeda-beda. Saya belum bisa memastikan tingkat maksimal kesembuhan David," katanya.

Hanya saja, luka di saraf itu akan tetap menyisakan bekas sehingga tidak bisa pulih 100 persen.

 
Dokter Yeremia Tatang (berkacamata) sebelum menjadi saksi dalam kasus penganiayaan David Ozora yang dilakukan oleh Mario Dandy Satriyo di PN Jakarta Selatan, Kamis (20/7/2023). ANTARA/Ilham Kausar

Baca juga: Satpam ungkap sempat dibentak Mario Dandy pasca aniaya korban David
Baca juga: Polisi tangkap pemasok senjata dan pelat palsu David Yulianto "koboi Jalanan"


Pewarta:
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026