Logo Header Antaranews Sumsel

Pelaksanaan Program BIAN di OKU capai 26,9 persen

Minggu, 12 Juni 2022 17:21 WIB
Image Print
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin meneteskan imunisasi ke peserta anak dalam rangka pencanangan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) 2022 di halaman Gedung Daerah, Kepulauan Riau, Rabu (18/5/2022). (ANTARA/HO-Kemenkes/22)

Ogan Komering Ulu, Sumsel (ANTARA) - Pelaksanaan Program Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) 2022 di Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, hingga Minggu, mencapai 27 persen atau sekitar 19.000 anak yang sudah diimunisasi dari 70.049 sasaran.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Ogan Komering Ulu (OKU), Rozali di Baturaja, Minggu, mengatakan berdasarkan hasil pendataan sebelumnya sebanyak 70.049 anak usia 9 bulan hingga 12 tahun di daerah itu menjadi target sasaran imunisasi Program BIAN.

"Program BIAN dilaksanakan di seluruh tempat pelayanan kesehatan serta di sekolah-sekolah TK dan SD di OKU," katanya.

Hanya saja, Rozali mengaku selama dua pekan terakhir atau sejak program tersebut dilaksanakan baru terealisasi sekitar 27 persen dari target sasaran.

Rendahnya capaian tersebut disebabkan karena pemberian imunisasi bagi pelajar di sekolah-sekolah terhambat oleh jadwal ujian siswa.

"Ada sedikit kendala yaitu saat pemberian imunisasi sebagian besar pelajar sedang melaksanakan ujian dan libur sekolah," jelasnya.

Untuk itu, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan OKU agar Program BIAN di daerah itu terlaksana secara maksimal dan mencapai target.

Ia berharap pelajar yang telah menjalani ujian nanti tidak diliburkan sementara waktu agar pemberian imunisasi dapat dilakukan di seluruh sekolah yang tersebar di Kabupaten OKU.

Rozali juga berharap selama program BIAN dicanangkan selama satu bulan ini agar para orang tua proaktif untuk membawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat atau pos pelayanan imunisasi guna mendapat imunisasi rutin.

Dalam program ini anak akan diberikan imunisasi Kejar untuk anak usia 9 bulan hingga lima tahun dan Vaksin Rubbela yang menyasar pada anak usia hingga 12 tahun.

"Selain menghindari anak dari penyakit berbahaya, kata Andi, manfaat imunisasi juga jauh lebih besar dibandingkan dampak yang ditimbulkan di masa depan," ujarnya.



Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026