Pelaku UMKM pempek dan kerupuk Palembang raup omset puluhan juta setelah jual online di Tokopedia

id umkm,pelaku umkm,pempek,kerupuk palembang

Pelaku UMKM pempek dan kerupuk Palembang raup omset puluhan juta setelah jual online di Tokopedia

Pemilik toko online Pempek Cek Dung. (ANTARA/HO/21)

Palembang (ANTARA) - Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah Pempek Cek Dung dan Pabrik Kerupuk Palembang meraup omset puluhan juta di tengah pandemi berkat berjualan secara online memanfaatkan aplikasi di salah satu marketplace ternama di Tanah Air.

Pemilik Pempek Cek Dung, Devi Indriyani di Palembang, Jumat, mengatakan dirinya memulai usaha penjualan kuliner khas Palembang pempek ini pada 2014.

Saat itu, ia memanfaatkan rumah tempat tinggal sendiri dengan menggunakan peralatan masak seadanya.

Walau seadanya, ia memastikan bahan baku berupa ikan gabus masuk dalam kategori berkualitas. Selain itu, pempek yang ditawarkan juga beragam agar konsumen memiliki banyak pilihan.

“Lantaran berjualan seadanya begini, pesanan juga terbatas, tidak banyak karena tahu dari mulut ke mulut saja,” kata dia.

Namun, sejak awal pandemi, Devi mulai mengandalkan platform digital yang dimiliki Tokopedia untuk memasarkan produk.

Dampak positif pun langsung dirasakan karena kini bisa menerima pesanan hingga 400 paket setiap bulannya dengan omset rata-rata Rp40 juta.

Lantaran banyaknya pesanan ini, Devi pun merekrut pekerja yang khusus untuk menangani pengemasan paket makanan.

“Pesanan datang mulai dari kawasan Jabodetabek, Pontianak hingga Bali, kami merasa sangat terbantu sekali oleh Tokopedia ini,” kata dia.

Dalam memasarkan produk ini, Tokopedia juga membantu Devi menjual beragam jenis pempek inovasi baru seperti pempek udang, pempek vegan, pempek tanpa MSG, pempek mozzarella hingga pempek mercon.

Bukan hanya Devi, pedagang kerupuk di Palembang, Ayub Antonius juga merasakan kenaikan omset setelah memasarkan produknya di laman Tokopedia dengan nama Pabrik Kerupuk Palembang.

Ayub Antonius mengaku kini meraup omset hingga Rp100 juta per bulan setelah memberdayakan puluhan pembuat kerupuk di Palembang yang umumnya bermata pencarian sebagai nelayan.

“Modal awalnya hanya Rp200.000, tapi kini omset sudah bisa tembus Rp100 juta per bulan karena pesanan dari seluruh Indonesia, mulai dari Jakarta, Bali, Kupang hingga Papua,” kata dia.

Melalui usaha ini, Ayub membantu para produsen kerupuk rumahan untuk memperoleh pesanan lebih banyak dengan memanfaatkan toko online miliknya itu.

“Banyak sekali industri rumahan di Palembang yang memproduksi kerupuk, ada yang tinggal di jalan setapak hingga perkampungan. Ternyata setelah ikut penjualan online ini mereka mendapatkan peningkatan pendapatan,” kata dia.

Dengan menggandeng para produsen kerupuk tersebut, secara tidak langsung Ayub juga memberdayakan nelayan lokal.

Para pembuat kerupuk ini yang merupakan nelayan, umumnya menggunakan bahan baku yang ikan dan cumi hasil tangkapan sendiri di perairan Bangka Belitung.

Untuk memasarkan produknya, Ayub menerapkan berbagai strategi seperti menghadirkan lebih banyak varian kerupuk, membuat promo hingga aktif mengikuti kampanye belanja di Tokopedia, seperti Waktu Indonesia Belanja (WIB) Palembang dan Tokopedia Nyam.

Head of Regional Growth Expansion (RGX) Tokopedia, Trian Nugroho mengatakan Pempek Cek Dung dan Pabrik Kerupuk Palembang merupakan contoh penjualan online kuliner khas Palembang yang merasakan lonjakan keuntungan berkat program “Inisiatif Hyperlocal Tokopedia”.

Program ini bertujuan mengajak masyarakat belanja dari penjual terdekat sekaligus mendorong lebih banyak pegiat usaha di Indonesia, khususnya UMKM lokal, menggerakkan ekonomi daerah lewat pemanfaatan teknologi.
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar