Belitung tutup objek wisata tekan penyebaran COVID-19

id Tutup obyek wisata,objek wisata belitung,pandemi covid-19 di objek wisata

Belitung tutup objek wisata tekan penyebaran COVID-19

Dokumen - United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) mengakui 17 objek wisata di Pulau Belitung Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagai kawasan geopark dunia, karena memiliki keunikan geologis, biologis dan budaya di pulau penghasil timah itu. (ANTARA/Aprionis)

Belitung,Babel (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Belitung Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menutup sementara objek wisata pada hari pertama Idul Fitri 1442 Hijriyah guna mencegah penyebaran virus COVID-19.

"Hari pertama lebaran terpaksa semua objek wisata ditutup dan kembali di buka pada hari kedua atau selanjutnya," kata Pelaksana tugas Kepala Dinas Pariwisata Belitung, Hermanto di Tanjung Pandan, Sabtu.

Pada saat kembali dibuka kata dia, pengelola wisata harus mematuhi aturan pemerintah dengan mewajibkan seluruh pengunjung menerapkan protokol kesehatan karena diketahui angka kasus sebaran virus COVID-19 masih terjadi.

Hermanto menambahkan, guna mengantisipasi terjadinya kerumunan jumlah pengunjung juga dibatasi setengah dari kapasitas maksimal suatu destinasi wisata.

"Jadi pada hari kedua lebaran dan seterusnya objek wisata di Belitung kembali dibuka dengan menerapkan protokol kesehatan," ujarnya.

Dikatakan dia, selain itu posko pelayanan dan pengamanan juga telah didirikan oleh Kepolisian setempat dalam menegakkan protokol kesehatan dan memberikan jaminan rasa aman kepada pengunjung.

"Di kawasan wisata pantai Tanjung Pendam dan pantai Tanjung Kelayang sudah dibentuk posko terpadu oleh Polres Belitung," katanya.

Ia berharap, para pengunjung dan wisatawan dapat disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan ketika berwisata sehingga tercipta rasa aman dari penyebaran COVID-19.

"Kami juga telah menyediakan fasilitas cuci tangan dan protokol kesehatan di objek wisata kami harapkan masyarakat disiplin dalam menjalankan prokes," kata Hermanto.

 
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar