
Macron: Prancis akan tambah hulu ledak, tutup data senjata nuklir

Istanbul (ANTARA) - Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Senin (2/3) memerintahkan peningkatan jumlah hulu ledak nuklir dan menyatakan negaranya tidak lagi mengungkapkan jumlah stok senjata tersebut.
"Saya telah memerintahkan peningkatan jumlah hulu ledak untuk mengakhiri spekulasi. Kami tidak akan lagi mengomunikasikan ukuran persenjataan nuklir kami," kata Macron di pangkalan angkatan laut Ile Longue.
Ia menyebut langkah itu diperlukan di tengah memburuknya iklim keamanan global dan penguatan persenjataan menjadi hal yang tidak terelakkan.
"Ini bukan tentang memasuki perlombaan senjata. Itu tidak pernah menjadi doktrin kami," kata Macron.
Ia memaparkan dimensi Eropa dari strategi pencegahan tersebut dengan menyebut Jerman sebagai mitra kunci dalam semangat Perjanjian Aachen 2019.
Tahap awal kerja sama akan dimulai tahun ini dan bisa mencakup kunjungan ke lokasi strategis serta latihan bersama. Selain Jerman dan Inggris, Polandia, Belanda, Belgia, Yunani, Swedia, dan Denmark akan terlibat.
Perdana Menteri Polandia Donald Tusk mengatakan negaranya tengah berdiskusi dengan Prancis dan sejumlah sekutu Eropa terkait program pencegahan nuklir tingkat lanjut.
"Kami memperkuat pertahanan bersama sekutu agar musuh tidak berani menyerang," tulis Tusk di platform X.
Pewarta: Cindy Frishanti Octavia
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
