Sekda: Pergantian pejabat hal yang lumrah

id humas

Sekda: Pergantian pejabat  hal yang lumrah

Sekda Sumsel Nasrun Umar (Dok.Antara)

Palembang (ANTARA) - Sekretaris Daerah Sumatera Selatan Nasrun Umar mengatakan pergantian pejabat di lingkungan pemerintahan adalah hal yang lumrah dilaksanakan karena sesuai dengan kebutuhan organisasi.

"Memang setiap pergantian kepala daerah akan ada konsekuensi logis mutasi ataupun promosi. Ini sesuatu hal yang lumrah dan biasa saja dilaksanakan" katanya di Palembang, Kamis.

Memang, lanjut dia, ada dua kemungkinan terkait pergantian pejabat, seperti penyegaran untuk kepentingan lembaga dengan personel baru yang tentunya akan ada semangat baru untuk kemantapan organisasi itu. Kemudian,  peningkatan kapasitas organisasi atau lembaga itu sendiri.

"Motivasi ini harus ditumbuhkembangkan, penyegaran menjadi bagian dalam suatu sistem birokrasi pemerintahan. Pejabat dalam level apapun paling lama lima tahun harus pindah, kalau lebih dari itu tentu sangat 'pintar'," jelasnya.

Sekda mengatakan, dalam Organisasi Perangkat Daerah tidak ada lahan basah ataupun lahan kering, semua sama saja. Artinya, penempatan posisi disesuaikan dengan kebutuhan formasi bersangkutan.

Sementara, beberapa pejabat yang dilantik antara lain Ekowati Retnoningsih yang sebelumnya menjabat Kepala Bappeda Sumsel kembali menjabat sebagai Kepala Balitbangnovda, dan Ahmad Rizali menjabat Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah dari sebelumnya Staf Ahli bidang Pemerintahan.

Untuk posisi Kepala Bappeda masih kosong, dan itu akan diisi serta akan dilaporkan kepada Gubernur Sumsel Herman Deru.

Namun, lanjut dia, sebagai Sekda yang juga Ketua TAPD menitipkan pesan pada Eko untuk tetap sama-sama menyelesaikan anggaran tahun 2020," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sumatera Selatan Nora Elisya menjelaskan pejabat eselon II yang dilantik sebanyak 2 orang, eselon III  sebanyak 56 orang, eselon IV sebanyak 117 orang. Total 185 orang.


 
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar