Banyuasin tingkatkan pencegahan kebakaran hutan dan lahan

id kebakaran hutan,kebaran lahan,karhutla,gambut,bencana asap,asap,bpbd,TNI

Dandim 0430/Banyuasin Letkol Arh Alfian Amran memantau Posko Satgas Karhutla Banyuasin beberapa waktu lalu. (Antara News Sumsel/19/Dolly Rosana)

Palembang (ANTARA) - Personel TNI di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan karena mulai memasuki puncak musim kemarau.



Dandim 0430/Banyuasin Letkol Arh Alfian Amran di Pangkalaian Balai, Rabu, mengatakan, meski dalam musim kemarau kali ini diketahui masih ada hujan tapi bukan berarti satuan tugas menurunkan kewaspadaan.



“Lahan gambut ini jika sudah terbakar, sulit sekali dipadamkan. Oleh karena itu lebih baik berupaya maksimal untuk mencegah karhutla (kebakaran hutan dan lahan),” kata dia.



Terkait pengoptimalan Satuan Tugas Karhutla Banyuasin telah dilakukan koordinasi dengan instansi terkait, bahkan beberapa waktu lalu dilakukan rapat koordinasi di Posko Karhutla Kodim 0430/Banyuasin.



Pada kesempatan itu, Satgas memantau secara langsung kesiapan SDM dan sarana serta prasarana pencegahan dan penanggulangan karhutla.



Ia mengatakan instansi terkait di Banyuasin harus memiliki tekad bersama untuk mempertahankan penghargaan yang diberikan Panglima TNI kepada Danrem 044/Gapo Kolonel Arh Sonny Septiono sebagai salah satu Korem yang berhasil mencegah karhutla pada tahun lalu.



Beberapa hal yang digencarkan saat ini yakni memerintahkan seluruh Babinsa jajaran Kodim 0430/Banyuasin untuk menyosialisasikan ke masyarakat mengenai pelarangan membuka lahan dengan cara bakar.



Masyarakat juga diedukasi bahwa terdapat saksi hukum bagi yang tertangkap tangan melakukannya sesuai dengan Pasal 108 UU Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan.



“Ancaman hukuman penjaranya cukup berat yakni 12 tahun dan denda maksimal Rp10 miliar,” kata dia.



Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan Iriansyah mengatakan Satgas Karhutla meningkatkan pengawasan terhadap puluhan desa di empat kabupaten yang rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan.



Pada musim kemarau 2019 dilakukan peningkatan pengawasan puluhan desa di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir, Banyuasin, dan Musi Banyuasin untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang dapat mengakibatkan bencana kabut asap.



"Untuk meningkatkan pencegahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan, pada tahun ini dilakukan penambahan 1.500 petugas dari BPBD kabupaten/kota dan TNI/Polri," kata dia.



Sebelumnya, Selasa (25/6) terjadi kebakaran lahan di kawasan Tol Palembang-Inderalaya yang masih dalam penyelidikan kepolisian mengenai penyebabnya.



 

Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar