
PGK ajak masyarakat jauhi hoaks

Palembang (ANTARA) - Lembaga sosial masyarakat Perkumpulan Gerakan Kebangsaan mengajak masyarakat untuk menjauhi dan tidak menyebarkan berita bohong (hoax) karena rawan memecah persatuan bangsa menjelang Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif pada 17 April 2019.
Ketua pengurus pusat PGK Burzah Sarnubi di Palembang, Rabu, mengatakan penyebaran hoaks ini bukan hanya berpotensi memecah persatuan tapi juga dapat merusak karakter bangsa yang dikenal memiliki sifat toleransi.
"Pemilu adalah pesta demokrasi untuk memilih pemimpin, harus disambut dengan senang hati, jangan dijadikan ajang perpecahan," kata dia.
Menurutnya menjelang Pileg dan Pilpres ini peredaran informasi bohong di media sosial sangat marak, bahkan telah menjurus pada serangan-serangan bersifat provokatif.
Banyak bermunculan berita fitnah dan saling klaim kemenangan dan propaganda untuk mempengaruhi para pemilih yang menjurus negatif.
Sebenarnya berita bohong tersebut dapat dicegah dengan peningkatan kecerdasan literasi dari masyarakat, yakni mengajak masyarakat untuk memastikan kebenaran suatu kabar sebelum membagikan atau menyebarluaskannya.
Ia menerangkan dalam membangun kecerdasan literasi tersebut peran pemuda atau milenial sangat dibutuhkan karena lebih dari 40 persen pengguna media sosial adalah kaum milenial.
"Anak muda jangan ikut menyebarkan hoaks, harus dilawan apapun yang mengganggu persatuan Indonesia, apalagi saat ini sudah masuk era industri 4.0, kokoh kuatkan bangsa ini dengan memfilter informasi," jelas Burzah Sarnubi.
Ia menambahkan tugas membangun literasi tersebut merupakan bagian dari peranan Perkumpulan Gerakan Kebangsaan di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, organisasi dengan rutin membuat forum diskusi, deklarasi-deklarasi dan kampanye damai.
Diharapkan adanya bonus demografi 90 juta anak muda di Indonesia bisa menggiring masyarakat ke arah pembangunan yang arif dan jauh dari perpecahan.
Pewarta: Aziz Munajar
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
