Rektor: Inovasi dan riset menentukan kemajuan bangsa

id inovasi dan riset,kemajuan bangsa,Prof. Suwarto,dana untuk pengembangan riset,P3EBT,LPPM Universitas Jenderal Soedirman,berita sumsel, berita palemban

Arsip- laboratorium riset. (en.wikipedia.org)

Purwokerto (ANTARA) - Rektor Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto Prof. Suwarto mengatakan pengembangan inovasi dan riset akan menentukan kemajuan suatu bangsa.

"Karena itu, kami menyambut baik komitmen kedua pasangan capres dan cawapres terkait penguatan bidang penelitian di Tanah Air ," kata Prof. Suwarto di Purwokerto, Jumat.

Dia mengharapkan di masa mendatang dana untuk pengembangan riset dapat terus ditingkatkan.

Selain itu, dia juga berharap hilirisasi hasil-hasil riset di masa yang akan datang akan dapat terus dilaksanakan.

"Kendala kita kan pada saat ini adalah masih terbatasnya dana riset, dan hilirisasi hasil riset menjadi produk komersial juga masih terbatas," katanya.

Karena itu, menurut dia, komitmen kedua pasang calon presiden dan calon wakil presiden akan membawa angin segar bagi pengembangan riset di tanah air.

Sementara itu, Sekretaris Pusat Penelitian dan Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (P3EBT), LPPM Universitas Jenderal Soedirman Ropiudin mengatakan ada sejumlah hal yang perlu menjadi perhatian terkait riset.

"Yang perlu menjadi perhatian adalah peningkatan alokasi anggaran riset untuk mendukung peningkatan jumlah dan kualitas riset guna mendorong kemudahan dalam berbagai pelaksanaan riset seperti kemudahan akses bahan penelitian, dan lain sebagainya," katanya.

Sumber dana riset, kata dia, dapat diintegrasikan oleh pemerintah dari berbagai sumber mulai dari APBN, dunia usaha dan industri, dana luar negeri, filantropi, dan lain-lain.

"Kedua, penguatan riset yang dibutuhkan oleh industri dan masyarakat melalui jenis riset pengembangan berbasis riset dasar yang kuat untuk meningkatkan produk inovasi yang siap masuk fase hilirisasi," katanya.

Teknologi tinggi dan teknologi tepat guna, tambah dia, perlu dikuatkan bersama-sama berbasis kearifan lokal Indonesia yang heterogen.

Yang ketiga, memupuk budaya dan pola pikir riset mulai dari pendidikan dasar melalui pengembangan kurikulum, sehingga akan dihasilkan sumber daya manusia yang tangguh dalam berfikir analitis dan kreatif.

"Yang keempat, rencana induk riset nasional atau RIRN yang telah ada seyogyanya dikuatkan untuk mendapatkan respon balik dari masyarakat untuk memperkuat dan mempertajam prioritas yang dibutuhkan bagi kemajuan dan peningkatan daya saing bangsa di semua sektor," katanya.
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar